Konten Media Partner

Menikmati Cerutu Wamena dari Pedalaman Papua

Bumi Papuaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rokok tembakau tradisional atau Cerutu Wamena yang dijual di pasar tradisional di Kabupaten Jayawijaya. (Foto Stefanus)
zoom-in-whitePerbesar
Rokok tembakau tradisional atau Cerutu Wamena yang dijual di pasar tradisional di Kabupaten Jayawijaya. (Foto Stefanus)

Wamena, BUMIPAPUA.COM – Masyarakat asli di Wamena, Kabupaten Jayawijaya ternyata juga mengenal rokok tembakau yang merupakan rokok tradisional bagi warga asli setempat. Bahasa adat setempat untuk menamai rokok tembakau ini, yakni Nit atau Hanom. Namun juga warga di Wamena pada umumnya menamai rokok tembakau ini dengan nama: Cerutu Wamena.

Rokok tembakau tradisional itu hingga kini masih dilestarikan masyarakat setempat. Apalagi, dominan masih banyak masyarakat setempat mengkonsumsi atau mengisap asap racikan tembakau ala tradisional itu.

Rokok tembakau ini dijual dengan cara daun tembakau digulung padat sekilas terlihat seperti sebatang kayu. Jika akan diisap, biasanya gulungan tembakau padat itu diiris lebih dulu jadi serbuk. Lalu digulung dengan daun hutan berukuran kecil, sehingga akhirnya berbentuk cerutu yang siap dibakar dan diisap.

Salah satu penjual rokok khas Wamena ini, Nendius Hubi yang setiap hari berjualan di Pasar Tradisional Jibama Wamena mengatakan, rokok ini dijual setiap hari di pasar dan banyak dibeli oleh masyarakat asli setempat.

“Bahan baku diproleh dari hasil kebun saya sendiri yang ditanam secara rutin di empat bedeng besar. Nantinya dipanen setiap bulan,” kata Nendius sambil mengisap rokok saat ditemui di Pasar Tradisional Jibama, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (5/3).

Menurut Nendius, para pembeli rokok tradisonal ini biasanya hanya dari kalangan penduduk asli Suku Dani dan Suku Yali yang berada di Wamena. Mereka biasanya tak menyukai rokok hasil olahan pabrik atau rokok modern. “Alasannya, rasa dan aroma antara rokok tradisional dan modern sangat berbeda,” jelasnya.

Salah satu penikmat rokok tembakau atau Cerutu Wamena ini, Markus Itlay mengatakan, rokok tradisional ini merupakan sudah lama dikomsumsi masyarakatnya sebelum adanya rokok olahan pabrik (rokok modern).

“Rata-rata masyarakat di kampung pengisap Cerutu Wamena ini karena dari segi rasa dan ciri khasnya. Apalagi jika ada momen pesta adat, rokok tembakau tradisional ini sangat laku dinikmati masyarakat setempat,” jelas Markus.

Menurut Markus, hingga kini rokok tradisional khas Wamena atau Cerutu Wamena ini belum terlalu terekspos layaknya hasil komoditi asli Wamena lainnya. “Juga belum ada perhatian dari pemerintah untuk mengembangkan budi daya tembakau asli Wamena ini,” jelasnya. (Stefanus)