News
·
29 April 2021 21:04

Miras dan Narkoba Jadi Perhatian Lembaga Kultural Orang Asli Papua

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Miras dan Narkoba Jadi Perhatian Lembaga Kultural Orang Asli Papua (92648)
Rapat koordinasi MRP dan Polresta Jayapura Kota. (Dok Humas Polresta Jayapura Kota)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Minuman keras (miras) dan narkotika jadi perhatian Majelis Rakyat Papua (MRP), sebagai lembaga kultural orang asli Papua.
ADVERTISEMENT
Pembahasan narkotika dan miras mencuat dalam rapat koordinasi bersama MRP dan Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Gustav R. Urbinas.
Rapat koordinasi dihadiri Wakil Ketua I MRP, Yoel Mulait, anggota Pokja Agama MRP, Toni Wanggai dan Sekretaris MRP, Robert Wanggai bersama staf MRP, Guntur Oijaitouw.
Toni Wanggai menyampaikan pentingnya peran pemerintah, TNI-Polri dan tokoh adat untuk melakukan pembinaan dan pendekatan terkait bahaya miras dan narkoba.
"Untuk memberantas miras dan narkoba perlu peran bersama, tidak hanya kepolisian, tapi dibutuhkan peran aktif hingga ke masyarakat akar rumput," jelas Toni, Kamis (29/4).
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas menyebutkan selama ini untuk pencegahan dan pemberantasan terus dilakukan, namun dalam proses penyidikan masih membutuhkan komunikasi dan koordinasi antara instansi terkait.
ADVERTISEMENT
"Miras dan narkotika kebanyakan datang dari perbatasan Papua dan Papua Nugini dan untuk pencegahannya diperlukan komitmen bersama kedua negara," kata Gustav.
Gustav menyebutkan walaupun pengungkapan miras dan narkoba melebihi target setiap tahunnya, namun tidak dapat menghentikan peredaran barang haram tersebut, karena terus masuk dari daerah asalnya yakni negara Papua Nugini.