Konten Media Partner

PDAM Jayapura Butuh Lahan 2 Hektar untuk Pengolahan Air Baku

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Intake air baku Danau Sentani yang terletak di perbatasan Kota dan Kabupaten Jayapura. (BumiPapua.com/Alan Youwe)
zoom-in-whitePerbesar
Intake air baku Danau Sentani yang terletak di perbatasan Kota dan Kabupaten Jayapura. (BumiPapua.com/Alan Youwe)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM – Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey memprioritaskan penyediaan lahan pengelolaan air baku PDAM yang terletak di batas Kota Jayapura, berdekatan dengan Danau Sentani.

Pengelolaan air baku menjadi alternatif penyediaan air bersih bagi masyarakat pelanggan PDAM di Kota Jayapura.

"Jika tersedia anggaran APBD, Pemerintah Kota Jayapura akan mendukung PDAM melalui penyertaan modal, dalam mengelola air baku Danau Sentani. Penyediaan lahan menjadi prioritas Pemerintah Kota Jayapura yang teknisnya akan dibahas kemudian bersama Direksi dan pemilik lahan," jelas Pekey belum lama ini.

Pembebasan Lahan

Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengaku untuk pengelolaan air baku Danau Sentani masih dibutuhkan lahan 2 hektar yang difungsikan sebagai pembangunan water treatment sebagai instalasi pengolahan air.

"Water treatment perlu didukung kesiapan lahan 2 hektar. Informasi terakhir yang kami dapat, Alhamdullilah, Penjabat Wali Kota Jayapura akan menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan 2 hektar dari APBD perubahan," jelas Entis, Senin (13/6/2022).

Entis berujar dalam waktu dekat akan ditindak lanjuti oleh PDAM dan dewan pengawas, serta Pemkot Jayapura, instansi terkait dan pemilik tanah, untuk dilakukan diskusi dan turun langsung ke lapangan.

"Penyiapan lahan butuh penanganan komperhensif dari sejumlah instansi terkait, termasuk mengetahui berapa harga tanah di lokasi yang dimaksud. Kami berharap keterpaduan pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat operasional Danau Sentani sebagai air baku bagi pelanggan PDAM di Jayapura," Entis menuturkan.