Konten Media Partner

Pembangunan Istana Presiden di Papua Mulai Dikerjakan 2020

Bumi Papuaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ondoafi Distrik Muara Tami, Abisai Rollo. (BumiPapua.com/Liza Indriyani)
zoom-in-whitePerbesar
Ondoafi Distrik Muara Tami, Abisai Rollo. (BumiPapua.com/Liza Indriyani)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Ondoafi atau Kepala Suku Besar Distrik Muara Tami, Abisai Rollo berharap dengan berdirinya Istana Presiden di Papua, diyakini persoalan di Papua dapat diselesaikan dengan cepat.

Rollo yang juga sebagai anggota DPR Kota Jayapura menyebutkan jika sudah ada Istana Presiden di Papua, maka segala persoalan Papua tak perlu dibawa ke luar.

"Istana Presiden RI akan dimulai pda 2020, diatas luas lahan 10 hektar yang kami hibahkan di daerah Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura," jelas Rollo, usai peresmian Jembatan Youtefa, Senin (28/10).

Lanjut Rollo, tanah yang dihibahkan adalah miliknya. Ia memastikan, nantinya presiden yang akan menjabat selanjutnya dapat berkantor di Istana Presiden di Koya.

"Wilayah ini merupakan bagian dari keutuhan NKRI dan presiden dapat berkantor di istana ini," ujarnya