Konten Media Partner

Pemkab Jayawijaya Rehabilitasi 100 Hektare Kebun Kopi

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kopi variety Arabica Typica ini banyak ditanam petani kopi Papua di wilayah pegunungan tengah Papua seperti di Wamena, Jayawijaya dan Tiom, Lanny Jaya. (Foto: BumiPapua.com/Stefanus Tarsi)
zoom-in-whitePerbesar
Kopi variety Arabica Typica ini banyak ditanam petani kopi Papua di wilayah pegunungan tengah Papua seperti di Wamena, Jayawijaya dan Tiom, Lanny Jaya. (Foto: BumiPapua.com/Stefanus Tarsi)

Wamena, BUMIPAPUA.COM - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan merehabilitasi 100 hektare kebun kopi yang selama ini tak terawat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Hendry Tetelepta menuturkan 100 hektare kebun kopi tersebut sudah rusak, sehingga akan dirawat kembali.

Hendry mengakui permintaan Kopi Wamena, Jayawijaya cukup banyak, namun tak diimbangi dengan produksi kopi, maka itu harus didukung dengan perluasan area perkebunan dan memperbaiki kebun kopi yang rusak.

“Saat ini, pemasaran kopi dari Jayawijaya dipasarkan pada 11 cafe di Kota Wamena,” jelasnya, Rabu (2/2/2022).

Petani Kopi Papua, Maksimus Lany saat memperlihatkan tanaman kopinya yang ada di Kampung Yagara, Kabupaten Jayawijaya, Papua. (Foto: BumiPapua.com/Stefanus Tarsi)

Hendry menjelaskan produksi kopi yang didapat saat ini adalah 165,3 ton dari 2026 hektare perkebunan kopi.

"Hasil panen dan produksi 2021 meningkat dengan menghasilkan kopi gabah sebanyak Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu perkilo dan kopi beras mencapai harga Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram," jelasnya.

Sementara untuk pembinaan petani kopi akan dilakukan dengan dinas terkait. "Dari sisi tugas dan pelaksanaan di lapangan, Dinas Pertanian berkewajiban mendampingi sampai menjadi kopi beras,” ujarnya.