Konten Media Partner

Peneliti Papua Temukan Cangkang Moluska Laut di Bukit Yomokho

Bumi Papuaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cangkang moluska laut yang ditemukan peneliti Papua ini merupakan sisa makanan manusia prasejarah yang pernah menghuni Situs Yomokho, di bukit kawasan Danau Sentani. (Foto dok: Balai Arkeologi Papua)
zoom-in-whitePerbesar
Cangkang moluska laut yang ditemukan peneliti Papua ini merupakan sisa makanan manusia prasejarah yang pernah menghuni Situs Yomokho, di bukit kawasan Danau Sentani. (Foto dok: Balai Arkeologi Papua)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Papua di kawasan Danau Sentani bagian barat, tepatnya di Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura dengan melakukan survei permukaan tanah pada Bukit Yomokho bagian timur, berhasil menemukan cangkang moluska laut bivalvia family verenidae dan family arcidae.

Menurut Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, cangkang moluska ini didapatkan pada singkapan tanah yang tergerus air hujan di lereng Bukit Yomokho. “Selain cangkang moluska laut, di tempat yang sama, kami juga temukan cangkang siput Danau Sentani (angulyagra tricostata), pecahan gerabah, alat serpih, fragmen kapak batu, alat serpih dan tulang manusia,” jelasnya, Minggu (27/10).

Bukit Yomokho lokasi ditemukannya cangkang moluska laut sisa makanan manusia prasejarah. Lokasi ini jaraknya dengan laut, sekitar 35,9 kilometer sebelah timur. (Foto dok: Balai Arkeologi Papua)

Untuk itu, kata Hari, temuan arkeologi di lereng Bukit Yomokho ini mengindikasikan bahwa pada masa lalu, ada hunian berada di lereng bukit berupa rumah panggung. “Hal ini didasarkan pada temuan arkeologi yang banyak didapatkan di permukaan tanah lereng bukit itu,” katanya.

Menurut Hari, temuan cangkang moluska laut ini, merupakan sisa makanan manusia prasejarah yang pernah menghuni Situs Yomokho. Sementara jarak Situs Yomokho dengan laut, sekitar 35,9 kilometer sebelah timur.

"Jadi temuan cangkang moluska laut di danau air tawar sangat spesial. Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi kontak antara masyarakat Danau Sentani dengan masyarakat pesisir pantai,” ungkap Hari.

Sedangkan berdasarkan konteks temuan berupa pecahan gerabah, kata Hari, mengindikasikan moluska laut ini diolah dengan cara dimasak dalam gerabah.

“Temuan cangkang moluska laut juga didukung oleh temuan hasil ekskavasi di Situs Yomokho berupa batu obsidian. Batu obsidian berasal dari Pulau Manus, Britania Baru, sebelah utara Papua Nugini,” jelasnya.

Peneliti Balai Arkeologi Papua sedang melakukan survei permukaan tanah pada Bukit Yomokho bagian timur dan berhasil temukan cangkang moluska laut, sisa makanan manusia prasejarah. (Foto dok: Balai Arkeologi Papua)

Kepala Balai Arkeologi Papua, Gusti Made Sudarmika mengatakan, tahun depan Balai Arkeologi Papua akan melakukan penelitian lanjutan di Situs Yomokho, yaitu melakukan ekskavasi atau penggalian di lereng bukit yang permukaan tanahnya ditemukan cangkang moluska laut. “Hal ini guna interpretasi lebih luas berkaitan dengan penghunian Situs Yomokho pada masa lalu,” katanya.

Salah satu yokoh adat Kampung Dondai, Daud Wally mengatakan, nenek moyang mereka dahulu bermukim di daerah yang kini bernama Kampung Dondai. “Dulu nenek moyang kami tinggal di Bukit Yomokho. Mereka berburu babi dan mencari ikan di Danau Sentani,” jelasnya. (Fitus Arung)