Penghuni Lokalisasi Yobar Merauke Kekurangan Makanan dan Air Bersih

Merauke, BUMIPAPUA.COM - Penghuni Lokalisasi Yobar Merauke mengaku kekurangan makanan dan air bersih pasca jalan masuk dan keluar lokalisasi itu digembok oleh kelompok yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat tanah.
Yuli, salah satu warga lokalisasi menyebutkan sejak akses ke lokalisasi digembok, tak ada aktivitas di lokalisasi itu.
"Karena pintu keluar masuk digembok, maka penjual kebutuhan pokok dan penjual air bersih tidak bisa masuk ke Lokalisasi Yobar. Kami mulai kekurangan bahan makanan pokok dan air bersih," ujar Yuli, Kamis (30/1).
Siang tadi, puluhan penghuni Lokalisasi Yobar mendatangi Polres Merauke. Puluhan warga bisa tembus ke polres setempat dengan melewati jalur tikus di daerah itu.
Kabag OPS Polres Merauke AKP Erol Sudrajat menyebutkan masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Sosial Merauke, untuk mencari jalan keluar.
"Dalam komunikasi itu, Dinas Sosial mengaku dapat membuktikan jika kawasan itu adalah aset pemda. Jika ini dapat dibuktikan, maka kepolisian akan membuka gembok pintu itu dengan paksa," jelasnya.
Dua hari sebelumnya, Lokalisasi Yobar kembali dipalang oleh Linus Samkakai, yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat tanah.
Jika sebelumnya lokalisasi itu dipalang dengan cara memasang sasi yang terbuat dari daun kelapa muda yang dipasang digerbang masuk lokalisasi.
Kini, pemilik hak ulayat tanah melakukan pemalangan dengan cara menggembok gerbang pintu masuk, akses keluar masuk Lokalisasi Yobar, sehingga aktivitas di dalam lokalisasi lumpuh total.
