Konten Media Partner

Polda Papua Kirim 3 Pejabat Utama Selidiki Pembunuhan Staf KPU Yahukimo

Bumi Papuaverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenazah staf KPU Yahukimo yang akan diberangkatkan dari Dekai, Kabupaten Yahukimo. (Dok Polda Papua)
zoom-in-whitePerbesar
Jenazah staf KPU Yahukimo yang akan diberangkatkan dari Dekai, Kabupaten Yahukimo. (Dok Polda Papua)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Polda Papua mengirim 3 pejabat utama ke Yahukimo, untuk menyelidiki kasus pembunuhan staf KPU setempat.

Ketiga pejabat utama yakni Direktur Reskrimum Kombes Pol. Kolestra Siboro, Dansat Brimob Kombes Pol. Godhelp Mansnembra, serta Wadir Intelkam AKBP Angling Guntoro.

Ketiganya akan membantu tim dalam rangka mengungkap kasus pembunuhan yang mengakibatkan korban Henry Jovinski, staf KPU Yahukimo meninggal dunia.

"Ini bukti bahwa Polda Papua serius dalam penanganan kasus tersebut dan segera mengungkap fakta yang terjadi hingga pengejaran para pelaku," jelas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, Rabu (12/8)

Pasca kasus pembunuhan tersebut, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti.

"Siang tadi jenazah korban telah dikirim ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah. Pasca kejadian pembunuhan ini, situasi Kabupaten Yahukimo aman dan kondusif," jelasnya.

Henry Jovinski (24) diduga dibunuh orang tak dikenal, saat hendak mengantarkan obat bersama rekannya, Kenang Mohi (35) pada Selasa (11/8) Agustus 2020 sekitar 14.00 WIT.

Dalam perjalanan, tepatnya di Jalan Gunung, di atas Jembatan Kali Teh, motor yang ditumpangi keduanya dihadang oleh seorang pria yang memegang dua pisau, sambil menanyakan KTP.

"Setelah KTP diterima, pelaku menuju ke belakang korban yang saat itu diboncengi oleh rekannya dan pelaku langsung menusuk bagian punggung dan dada korban. Saat kejadian, rekan korban berlari menyelamatkan diri sambil teriak minta tolong," kata Kamal.