Pencarian populer

Polwan Orang Asli Papua di Polda Papua Barat Dilarang Luruskan Rambut

Polwan di Polda Papua Barat. (BumiPapua.com/Irsye Simbar)

Manokwari, BUMIPAPUA.COM – Kepala Polda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja, menerapkan aturan pelarangan Polisi Wanita (Polwan) yang merupakan orang asli Papua untuk meluruskan rambutnya. Peraturan itu, kata dia, menyusul banyaknya Polwan orang asli Papua yang meluruskan rambut.

“Saya melarang semua Polwan orang asli Papua yang ada di Polda Papua Barat agar tidak meluruskan rambutnya atau rebonding. Sebab Polwan asli Papua harus menampilkan karakteristiknya sebagai orang Papua, cantiknya Papua, ikon Papua," kata Rodja usai apel pasukan pengamanan Pemilu 2019, Jumat (15/3).

Rodja berpendapat rambut keriting yang rata-rata dimiliki Polwan orang asli Papua merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Rodja bahkan akan memindahkan Polwan orang asli Papua yang kedapatan meluruskan rambut aslinya.

“Kalian (wartwan) tanya Polwan orang asli Papua itu, berani enggak mereka kasih rebonding lagi rambutnya? Jelas saya akan pindahkan dia ke tempat yang tidak dilihat orang atau di daerah terpencil,” ucap Rodja.

“Biarlah orang Papua memiliki rambut keriting. Rambut keriting jika diatur dengan penataan rambut yang bagus, maka akan terlihat cantik. Itulah cantiknya Papua,” sambungnya.

Seorang Polwan orang asli Papua yang saat ini menjabat sebagai Kepala Unit II Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Papua Barat, AKP Agustina Sinery, mengapresiasi peraturan itu. Menurut dia, mengubah rambut asli justru dapat menghilangkan kekhasan orang Papua.

“Perhatian Bapak Kepala Polda sebagai salah satu perhatian kepada putri orang asli Papua. Tanpa disadari, kita sendiri melakukan genosida, yakni menghancurkan atau memusnahkan karateristik orang asli Papua. Ya, salah satunya dengan adanya pelurusan rambut tadi,” kata Agustina.

Dia berpendapat karakteristik yang dimiliki orang asli Papua, seperti warna kulit hitam dan rambut keriting, merupakan pemberian Tuhan yang patut disyukuri.

“Anugerah inilah yang harus dijaga. Saya harap kepada 98 Polwan yang berada di Polda Papua Barat agar dapat mempertahankan keunikan ciri khas orang Papua. Walaupun kita berbeda-beda tetap sama di mata Tuhan dan harus tetap bersatu," jelas Agustina. (Irsye Simbar)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: