Konten Media Partner

Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen Presiden Jokowi bermain bola bersama siswa didikan Papua Football Academy (PAF) di Stadion Lukas Enembe di Kabupaten Jayapura. (Foto Penrem 172/PWY)
zoom-in-whitePerbesar
Momen Presiden Jokowi bermain bola bersama siswa didikan Papua Football Academy (PAF) di Stadion Lukas Enembe di Kabupaten Jayapura. (Foto Penrem 172/PWY)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Papua Football Academy (PAF) diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (31/8/2022). PAF diinisiasi oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).

Presiden Jokowi menyebutkan PAF tak hanya membina skill bermain bola. Tapi, PAF akan menyiapkan pendidikan formal bagi anak-anak yang dibina.

“Bibit yang sudah diseleksi, disiapkan skill-nya, pendidikan formal, sehingga menjadi pemain sepak bola yang hebat dan memiliki jiwa percaya diri dan pintar,” kata Jokowi saat peluncuran PAF, Rabu (31/8/2022) di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

Komitmen Freeport

Cikal bakal PAF terjadi saat berlangsungnya PON XX 2021. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas menyebutkan kala itu, PTFI diperintahkan oleh Presiden Jokowi untuk membuat academy sepak bola. Perintah ini disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia.

"PTFI bagian dari Papua dan berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Papua. Salah satunya menumbuhkan kegiatan olahraga." jelasnya.

Hingga akhirnya terbentuk PAF yang menjadi bagian dalam mengembangkan olahraga sepak bola di Papua. Apalagi Papua banyak talenta di bidang sepak bola.

“Perintah presiden ini, kami diskusikan dengan Menteri Investasi dan juga Menteri BUMN, serta Menteri Olahraga. Akhirnya PAF terbentuk dengan menggandeng konsultan dan coach international,” jelas Tony.

Tony menjelaskan PAF tak hanya melatih teknik sepak bola, namun dan kegiatan akademik dan pembentukan karakter serta jiwa nasionalisme.

Perekrutan awal yang dilakukan mencapai hampir 500 anak. Akhirnya setelah melewati seleksi terjaring 30 anak. Nantinya, pada tahapan kedua akan dijaring 30 anak kembali. Seleksi meliputi teknis, psikologis, dan kesehatan. “Semoga apa yang diharapkan presiden bahwa sepak bola dari Papua bisa berkancah di internasional hingga mencapai piala dunia 2030 dapat terwujud,” katanya.