Konten Media Partner

Produksi Gelembung Ikan Merauke Meningkat dan Diekspor ke Luar Negeri

Bumi Papuaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Produksi Gelembung Ikan Merauke Meningkat dan Diekspor ke Luar Negeri
zoom-in-whitePerbesar

Ikan kakap putih asal perairan Merauke yang gelembungnya banyak diminati dengan harga cukup mahal. (BumiPapua.com/Abdel)

Merauke, BUMIPAPUA.COM – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke, Suhono Suryo mengatakan, produksi gelembung ikan (fish maw) di Merauke tahun ini mencapai 65 ton per tahun.

“Ini peningkatan sangat siknifikan dibanding tahun sebelumnya," kata Suhono. Gelembung ikan dari jenis ikan kakap putih dan ikan gulama ini memang sangat diminati dan mempunyai harga yang tinggi, terutama untuk pangsa pasar luar negeri.

Walaupun belum ada harga resmi pemerintah soal penjualan gelembung ikan, namun berdasarkan data yang dihimpun, harga gelembung ikan bisa mencapai belasan juta per kilogram sesuai ukuran.

Misalnya, gelembung ikan gulama 10 gram per 1 kilogram Rp18 juta, gelembung kakap cina jantan 50 gram per 1 kilogram biasa dihargai Rp11 juta. Lalu kakap cina betina 50 gram per 1 kilogram bisa mencapai Rp6,3 juta.

Tingginya harga jual gelembung inilah yang membuat para nelayan di Merauke lebih memilih berburu gelembung ikan dibanding dagingnya. Gelembung ikan adalah bagian dari organ pada tubuh ikan berupa selaput yang di dalamnya terdapat gas oksigen.

Organ ini berfungsi menyeimbangkan tubuh ikan saat mengapung di dalam air. Kemudain fungsi lainnya, menyesuaikan volume tubuh ikan dengan kedalaman air, sehingga ikan dalam posisi stabil saat berenang. Gelembung ini juga semacam paru-paru bagi ikan.

Para pengusaha ikan lokal di Merauke belum lama ini telah mengeksport perdana gelembung ikan dan sirip ikan dengan tujuan Negara Singapura, Taiwan, Honkong, dan Malaysia.

Peluncuran ekspor perdana perikanan ini dihadiri Suhono. “Peningkatan ekspor komoditas perikanan di Kabupaten Merauke sedang dimaksimalkan pemerintah,” katanya.

Direktur CV. Bintang Fahri Internasional, Taufik Latarisa yang telah mengeksport perdana gelembung ikan ini ke luar negeri mengatakan, inilah ekspor pertama mereka. “Kami ekspor gelembung ikan sebanyak 300 kilogram,” katanya.

Menurut Fahri, inilah ekspor pertama dari Merauke yang langsung ke negara-negara yang dituju. “Ini langkah awal dan diharapkan pengusaha lokal di Merauke bisa mengikuti jejak kami untuk ekspor langsung ke negara tujuan,” paparnya.

“Kami tentunya mengharapkan peningkatan ekspor langsung dapat memberikan manfaat terhadap perikanan dengan nilai jual besar, pangsa pasar lebih luas dan sebagai brand produk daerah,” kata Taufik menambahkan.

Taufik juga mengatakan, dengan cara ekspor langsung ini, dapat menguntungkan daerah yang kemudian bisa menjadi trigger atau pemicu bagi nelayan, termasuk kelompok nelayan di Merauke.

“Sehingga nantinya para nelayan lebih fokus mengembangkan usahanya. Utamanya dalam hal kualitas maupun kuantitas, agar dapat diterima di pasar internasional,” jelas Taufik.

Taufik optimis dengan dibukanya keran eskpor ini, bisa berdampak terhadap meningkatnya pendapatan para nelayan Merauke. Sebab, jalur distribusi penjualan perikanan di daerah tak lagi hanya antar pulau antar provinsi, tapi juga sudah bisa hingga ke luar negeri.

"Merauke memiliki banyak potensi yang menghasilkan produk perikanan, tak hanya gelembung dan sirip ikan. Saya juga akan mengekspor ikan beku," tambah Taufik.

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Merauke, Nikmatul Rochmah mengatakan, komoditi perikanan Merauke mempunyai pangsa pasar tersendiri di luar daerah.

Bahkan potensi komoditi ini, kata Nikmatul, tiap tahun mengalami peningkatan. Misalnya, tahun 2016 mengalami kenaikan 10 ribu ton, lalu tahun 2017 naik menjadi 11 ribu ton, dan terakhir tahun 2018 ini per November naik menjadi 15 ribu ton.

"Setiap bulan alami peningkatan pengiriman, baik frekuensi maupun jumlah tonase. Komoditi yang diminati berupa ikan beku, ikan segar dan ikan kering (ikan asin),” jelas Nikmatul.

Menurut Nikmatul, komoditi perikanan dari Merauke ini dikirim ke Jakarta, Surabaya dan Makassar. Pangsa pasar komoditi perikanan Merauke mempunyai potensi dan sangat melimpah ruah.

“Hal ini mendorong pengusaha lokal terus bersaing. Bahkan ada lebih 100 pelaku usaha perikanan di Merauke, baik berbadan hukum maupun perorangan yang rutin melakukan pengiriman ke luar daerah,” jelas Nikmatul.

Nikmatul menambahkan, selain pasar nasional, para pengusaha lokal juga merambah ke pasar internasional, seperti dua perusahaa lokal saat ini yang menjajaki pasar internasonal ke Malaysia, China, dan Singapura.

"Apa yang telah dilakukan perusahaan perikanan lokal di Merauke ini merupakan salah satu terobosan yang baik, walaupun ekspornya masih berskala kecil," ujarnya. (Abdel)