Konten Media Partner

Ricuh Tolak Pemekaran Papua di Nabire, Kapolda: 8 Pendemo Diperiksa

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar unjuk rasa pemekaran Papua di Nabire.
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar unjuk rasa pemekaran Papua di Nabire.

Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan 8 orang ditangkap usai ricuh unjuk rasa tolak pemekaran Papua yang terjadi di Nabire.

Menurutnya ricuh berawal saat seorang pendemo berusaha menyerang anggota polisi yang bertugas mengamankan unjuk rasa.

"Seorang pendemo berusaha menikam polisi, tapi berhasil digagalkan oleh provos. Hal itu menjadi pemicu kenapa terjadi benturan saat unjuk rasa," katanya di Jayapura, Kamis (31/3/2022).

Kata Fakhiri, pendemo juga menyerang seorang warga berinisial PIS dan U yang berada di Pasar Karang Tumaritis Nabire. Selain dianiaya, motor dan telepon gengga milik kedua korban ikut dirampas pendemo.

"U yang merupakan tukang ojek dipukul pada bagian pipi yang mengakibatkan sobek di bagian pipi kanan, massa yang diperkirakan sekitar 20 orang kemudian juga merampas telepon genggam dan motor korban," jelasnya.

Dalam aksi itu, sejumlah aparat keamanan mengalami luka-luka akibat lemparan batu.

"Sudah ada 8 orang pendemo yang kami amankan di Polres Nabire. Inisial mereka adalah MK, SK, YD, NG, YK, YG, YG dan AG," jelasnya.

Fakhiri menjelaskan kepolisian tak pernah menghalangi siapapun yang menyampaikan pendapat di muka umum, asalkan dilakukan sesuai aturan. "Jika pengunjuk rasa anarkis, ini yang disesalkan," katanya.