Suku Korowai, Papua, Kini Bisa Menikmati Komunikasi Telepon Seluler

Merauke, BUMIPAPUA.COM - Apa yang ada di benak anda saat mendengar kata "Korowai"? Pasti langsung teringat dengan nama salah satu suku terasing yang hidup di rimba Papua. Suku Korowai diketahui kerap membangun rumah di atas pepohonan yang menjulang tinggi, serta selalu hidup berpindah tempat.
Suku Korowai hidup tersebar di hutan rimba yang tersebar di beberapa kabupaten di Papua: Kabupaten Asmat, Mappi, Boven Digul, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang. Bahkan, Suku Korowai di Kabupaten Asmat, secara turun-temurun, sudah hidup sejak berabad-abad silam.
Sebutan sebagai salah satu suku terasing di rimba Papua bukannya tanpa alasan. Sebab, mereka telah lama hidup tanpa mengenal dunia luar. Namun kini, Suku Korowai bisa menikmati jaringan komunikasi. Hal itu diungkapkan Kepala Distrik Korowai, Buluanop Paulus Garuntop.
Paulus mengatakan, ada dua dari tujuh kampung di wilayah Distrik Korowai yang sudah bisa menggunakan akses komunikasi, yakni Kampung Banum dan Mabul. Sekadar informasi, Distrik Korowai merupakan wilayah otonomi baru yang dimekarkan dari Distrik Kolovbrasa sejak 2016.
"Sejak 2018, pemerintah telah memasang BTS (Base Transceiver Station) di dua kampung, sehingga masyarakat dapat menikmati komunikasi lewat telepon seluler. Sementara, lima kampung lainnya yakni Kampung Ayak, Amakot, Ujung Batu, Nagatun, dan Kapayap 3, belum dapat menikmati komunikasi lewat telepon seluler," ungkap Paulus, yang juga merupakan putra asli Korowai, Selasa (23/7).
Sejak bisa menikmati akses komunikasi telepon seluler, anak-anak muda di Korowai mulai memakai telepon genggam, sekadar untuk mengirim kabar kepada keluarga atau sahabatnya di daerah lain. Sementara kehidupan para kaum tua masih sama, yakni bertahan hidup di hutan dan tinggal di atas pohon.
Sejumlah kampung di Distrik Korowai berbatasan langsung kabupaten lainnya, misalnya saja Kampung Ujung Batu berbatasan dengan Kabupaten Pegunungan Bintang, Kampung Nagatun berbatasan dengan Kabupaten Yahukimo. Lalu, Kampung Kapayap 3 berbatasan langsung dengan Kabupaten Boven Digul.
"Warga di tiga kampung sering menyeberang ke kabupaten lain untuk mencari penghasilan tambahan," ujarnya.
Sedangkan untuk mendapatkan akses komunikasi yang lebih luas, pemerintah menyebut akan menambah BTS lagi. Kepala Dinas Informasi, Telekomunikasi, Data, dan Persandian Kabupaten Asmat, Jamaluddin, menyebutkan tahun 2019 ada lima BTS yang akan dibangun di Distrik Korowai.
"Pemerintah sedang menggenjot pembangunan BTS di Asmat. Tahun ini kami mendapatkan jatah pembangunan 91 BTS. Program ini dari Pemerintah Pusat yang diyakini Asmat akan merdeka sinyal komunikasi 2020," ujarnya. (Abdel)
