Food & Travel
·
21 Agustus 2020 19:54

Sulitnya Dapatkan Mangga di Festival Mangga Golek Dormena

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Sulitnya Dapatkan Mangga di Festival Mangga Golek Dormena (17887)
Lomba makan mangga yang diikuti pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut. (BumiPapua.com/Liza Indriyani)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Antrian kendaraan roda empat mengekor hingga 2 kilometer jauhnya dari lokasi Festival Mangga Golek di Kampung Dormena, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.
ADVERTISEMENT
Banyaknya kendaraan terparkir ditepian jalan yang sempit dan rusak, menjadi penyebab kemacetan di lokasi festival mangga yang baru pertama kali dilaksanakan itu.
Tak ada kemeriahan layaknya kampung yang sedang melaksanakan festival mangga. Wangi harum buah mangga yang masak pohon pun tak tercium.
Pengunjung yang datang ke kampung mangga ini, justru hanya melihat kesesakan suasana kendaraan yang tak mendapatkan halaman parkir yang layak.
"Jalan ke kampung ini sempit, hanya bisa dilalui 1 mobil, tapi semua mobil mau keluar dan masuk lewat jalan kecil ini. Hasilnya ya ini, kami justru tertahan di dalam mobil 3 jam, karena antrian mobil tak bergerak," jelas Petrus, salah satu pengunjung dari Kota Jayapura, Jumat (21/8).
ADVERTISEMENT
Irul, pengunjung lainnya juga kecewa di Festival Mangga Golek Dormena menyebutka ia sudah jauh-jauh datang dari Kota Jayapura yang jaraknya ditempuh 2 jam perjalanan ke lokasi festival, tak mendapatkan mangga satu buah pun.
Sulitnya Dapatkan Mangga di Festival Mangga Golek Dormena (17888)
Antrian mobil yang mengekor hingga 2 kilometer dari lokasi Festival Mangga Golek Dormena. (BumiPapua.com/Liza Indriyani)
"Promosinya itu ada 5.000 mangga yang akan dimakan gratis di lokasi festival. Nyatanya, panitia tak menyediakan mangga. Kalau pun ada pengunjung yang dapat mangga, harus membeli dengan harga Rp50 ribu setumpuk dengan isi 3 buah mangga di penjual mangga. Tapi rata-rata mangga sulit ditemui di area festival ini ," katanya.
Irul menyebutkan layaknya sebuah festival, harusnya buah mangga yang disajikan melimpah dan tersedia untuk pengunjung. Ia berharap jika Festival Mangga Golek akan diselenggarakan lagi, panitia harus mempersiapkan dengan matang dan merangkul masyarakat setempat untuk terlibat dalam kegiatan.
ADVERTISEMENT
Mama Ina, seorang warga Kampung Dormena mengaku aneh dengan festival mangga yang diadakan mulai 19-21 Agustus. Sebab menurutnya panen mangga di kampung itu sudah lewat.
"Kami biasa panen mangga Juni-Juli. Paling banyak panen di bulan Juni. Jika pun hari ini masih ada mangga yang terlihat, biasa dikirim dari kampung tetangga," jelasnya.
Antusias ribuan orang pada Festival Mangga Golek Dormena memang tak lagi dapat dipungkiri. Kampung Dormena yang terletak di pesisir pantai itu pun menjadi lokasi festival mangga yang dibuka oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitouw.
"Festival mangga golek ini diselenggarakan sebab warga kesulitan untuk memasarkan mangga ke kota selama pandemi Covid-19. Setiap tahun, kampung ini menghasilkan mangga. Harapannya dengan adanya festival, dapat menarik pengunjung untuk membeli mangga hasil kebun warga," ujarnya.
Sulitnya Dapatkan Mangga di Festival Mangga Golek Dormena (17889)
Seorang pengunjung yang berhasil mendapatkan mangga di lokasi Festival Mangga Golek Dormena. (BumiPapua.com/Liza Indriyani)
Ketua Panitia festival, Melkias Derk Opide mengatakan sepanjang jalan kampung ini semua ditanami pohon mangga. Ia menyebutkan dalam satu tahun, bisa dua kali musim mangga.
ADVERTISEMENT
"Memang benar pada festival ini, masyarakat bisa makan mangga gratis di tempat. Tapi karena pengunjung tak mematuhi protokol kesehatan, maka mangga ini tidak kami keluarkan," jelasnya.
Pantauan BumiPapua.com di Festival Mangga Golek, warga memang tak mengikuti anjuran panitia untuk tak berkerumum untuk makan mangga gratis.
Pengunjung terlihat berdesakan dan tak mendengar anjuran panitia penyelenggara untuk menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.
Walau tak ada makan mangga gratis di lokasi festival, untuk membeli mangga di lokasi itu pun sulit ditemui, bahkan hampir tak ada lagi yang menjual mangga.
"Saya sudah membayangkan dari rumah bisa membawa pulang mangga satu karung. Nyatanya, mendapatkan mangga satu buah pun tak bisa. Padahal kami bawa uang nih untuk beli mangga," kata Sisca, pengunjung yang juga kecewa di Festival Mangga Golek Dormena.
ADVERTISEMENT