News
·
3 Juni 2021 18:53
·
waktu baca 3 menit

Susah Sinyal, Warga Goras Fakfak Tempuh Cara Ekstrem Cari Jaringan Telepon

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Susah Sinyal, Warga Goras Fakfak Tempuh Cara Ekstrem Cari Jaringan Telepon (24814)
searchPerbesar
Warga Kampung Goras, Kabupaten Fakfak sedang menikmati jaringan telepon dari ketinggian Bukit Telkomsel. (Dok foto Hari Suroto)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Warga di Kampung Goras yang terletak di pesisir Teluk Berau, Distrik Mbahamdandara, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, punya kebiasaan ekstrem untuk mendapatkan akses jaringan telepon.
ADVERTISEMENT
Penduduk Kampung Goras sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan berkebun. Kampung ini berpasir putih, lingkungan sekitar kampung banyak ditumbuhi pohon kelapa.
Warga di Kampung Goras sangat beruntung. Setiap sore hari menjelang, jika tak turun hujan, dari beranda belakang rumah warga bisa menyaksikan senja indah di Teluk Berau. Warga biasa menikmati sunset sambil minum kopi atau teh, ditemani pisang goreng hasil kebun sendiri.
Kampung Goras juga dikenal dengan penghasil seafood terbaik. Jika kuliner seafood bernilai mahal bagi penduduk kota, tapi bagi warga Goras, kuliner seafood dianggap biasa. Perairan di sekitar Kampung Goras sangat kaya, menyediakan ikan kakap putih, tengiri, lobster, udang, dan kepiting.
"Untuk mendapatkan tangkapan hasil laut, warga tak perlu jauh mendayung perahunya. Cukup menebar jaring atau memancing di sekitar kampung, tangkapan laut pasti didapat," kata Mathius, warga setempat.
ADVERTISEMENT

Jaringan Telepon

Susah Sinyal, Warga Goras Fakfak Tempuh Cara Ekstrem Cari Jaringan Telepon (24815)
searchPerbesar
Gubuk favorit tempat pencari sinyal telepon yang terletak dari ketinggian Bukit Telkomsel. (Dok foto Hari Suroto)
Dalam kehidupan modern ini, hanya satu yang tidak dinikmati warga Kampung Goras, yaitu akses jaringan telepon.
Kampung Goras berada jauh dari kota, tidak ada tower BTS di kampung ini. Namun, warga memiliki ponsel yang tidak kalah dengan penduduk kota. Pada umumnya ponsel berkamera, namun hanya sekedar untuk dengar-dengar lagu atau sekedar berfoto.
Untuk berkabar melalui telepon dengan kerabat di kota, ada satu lokasi yang menjadi favorit, tempat ini merupakan satu-satunya yang bersinyal kuat.
Sebuah puncak bukit di dalam hutan, untuk menuju tempat ini, warga harus naik perahu sekitar 20 menit, dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di hutan.
"Setiba di kaki bukit, kemudian mendaki bukit melalui jalan setapak yang terjal, permukaan lereng bukit dipenuhi batu karang yang tajam. Untuk menuju puncak bukit ini, warga harus berpegang pada batu karang atau batang pohon kecil yang tumbuh di sekitar," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Setelah mendaki bukit sekitar 15 menit, tiba di puncak bukit bersinyal.
"Sebenarnya bukit ini tanpa nama, namun sejak ditemukan adanya sinyal di situ, kemudian oleh warga diberi nama Bukit Telkomsel," kata Hari Suroto, peneliti pada Balai Arkeologi Papua yang pernah mengunjungi Kampung Goras.
Di puncak bukit terdapat pondok sederhana, tempat warga beristirahat sambil bertelepon.
Sinyal di puncak bukit ini hanya 2G saja, sebatas telepon dan sms, tidak bisa untuk internet.
Bertelepon di puncak Bukit Telkomsel, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga, walaupun harus berjuang keras mendaki. Di puncak bukit, mereka dapat berkabar dengan keluarga yang jauh di kota, sambil menikmati angin sepoi-sepoi serta pemandangan rimbunnya hutan dari puncak bukit.
Bertelpon di puncak bukit ini, akan ditemani suara burung berkicau seperti mambruk, cenderawasih, rangkong, dan kakatua.
ADVERTISEMENT
Sehingga seolah-olah menjadi back sound, suara-suara burung hutan terdengar di kota.