kumparan
KONTEN PUBLISHER
12 Februari 2020 18:24

Tahun 2019, Pertumbuhan Kredit Bank Umum di Papua Barat 11,32%

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak bersama stafnya-Irsye.jpg
Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak bersama stafnya saat bertemu wartawan di Manokwari, Papua Barat. (Foto Irsye)
Manokwari, BUMIPAPUA.COM - Berdasarkan data statistik yang dikelola Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat, diketahui per 31 Desember 2019 pertumbuhan kredit bank umum (yoy) Papua Barat sebesar 11,32% dengan penyaluran kredit sebesar Rp13,28 triliun.
ADVERTISEMENT
Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak menuturkan, pertumbuhan kredit bank umum di Papua Barat lebih baik dari pertumbuhan kredit secara nasional yang hanya 6,08% (yoy). “Aset bank umum di Provinsi Papua (yoy) pada tahun 2019 meningkat Rp26,16 triliun atau sebesar 24,26%,” katanya, Rabu (12/2).
Adolf juga mengatakan, pertumbuhan aset bank umum di Papua Barat juga lebih baik dari pertumbuhan aset bank umum secara nasional. “Dana pihak ketiga (DPK) di Papua Barat (yoy) alami peningkatan jadi Rp18,84 triliun atau tumbuh sebesar 26,89%. Ini jauh lebih baik dari pertumbuhan DPK secara nasional yang tumbuh sebesar 6,54%," terangnya.
Peningkatan aset, DPK dan penyaluran kredit di Papua Barat juga ditopang oleh Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang terjaga di bawah 5%. Realisasi piutang perusahaan pembiayaan di Papua Barat tercatat capai Rp867 miliar per Desember 2019 atau meningkat 3,56% bila dibanding tahun 2018 dengan NPL relatif kecil sebesar 2,18%.
ADVERTISEMENT
“Piutang pembiayaan di Papua Barat, sedikit di bawah pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan nasional yaitu sebesar 3,66%,” kata Adolf kepada sejumlah wartawan di Manokwari, Papua Barat.
Sedangkan kinerja pasar modal di tanah Papua Barat, kata Adolf, juga menunjukkan perkembangan yang sangat positif sepanjang semester I tahun 2019 dengan peningkatan jumlah investor sebesar 62,47% atau terdapat 1.234 investor baru dengan total kepemilikan saham sebesar Rp82,85 miliar.
“Penyaluran pinjaman melalui Fintech Peer to Peer Lending atau pinjaman online di Papua Barat pada tahun 2019 sebesar Rp46,67 miliar. Ini meningkat sekitar 482,05% dengan akumulasi jumlah rekening peminjam atau borrower sebesar 11.952 rekening atau meningkat sebesar 463,51%,” jelas Adolf.
Selain itu, kata Adolf, terdapat 608 rekening milik masyarakat Papua Barat yang digunakan sebagai lender atau pemberi pinjaman pada Fintech Peer to Peer Lending. Namun masyarakat Papua Barat diminta untuk teliti bila ingin lakukan peminjaman lewat pinjaman online dengan memastikan legalitas pinjaman online itu melalui website ojk.go.id.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan