Telepon Tanpa Pulsa ala Suku Bauzi Mamberamo Raya

Konten Media Partner
6 Juni 2021 17:24
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Telepon Tanpa Pulsa ala Suku Bauzi Mamberamo Raya (97067)
zoom-in-whitePerbesar
Suku Bauzi di Kabupaten Mamberamo Raya. (Dok foto: Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua).
ADVERTISEMENT
Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Suku Bauzi tinggal di hutan terpencil di perkampungan sepanjang tepian Sungai Mamberamo dan Danau Bira di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.
ADVERTISEMENT
Untuk menuju ke Mamberamo  Raya bisa ditempuh dengan pesawat berbadan kecil dengan jarak tempuh 35-45 menit atau bisa bisa juga dilakukan dengan perjalanan menumpang kapal perintis dari Pelabuhan Jayapura dengan jarak tempuh ke Kasonaweja, ibu kota Mamberamo Raya dalam sehari semalam.
Suku Bauzi tinggal jauh dari Kasonaweja. Sejak zaman nenek moyang, Suku Bauzi sudah mengenal telepon hutan. Sebuah sistem komunikasi jarak jauh di hutan, tanpa kabel optik, tanpa tower BTS, tanpa listrik PLN, tanpa 5G Telkomsel dan tidak perlu isi pulsa data.
Peneliti pada Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menyebutkan,  telepon hutan merupakan istilah untuk semacam pesan beranting, bersumber dari satu orang, disampaikan ke orang lain, dengan cara berteriak keras. Rumah atau pondok tinggal di hutan terpencar dan saling berjauhan, terkadang mereka sedang beraktivitas berkebun atau berburu.
Telepon Tanpa Pulsa ala Suku Bauzi Mamberamo Raya (97068)
zoom-in-whitePerbesar
Suku Bauzi di Kabupaten Mamberamo Raya. (Dok foto: Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua)
"Cara ini sangat efektif untuk menyampaikan pesan pada orang yang jauh tempatnya. Namun setiap pesan yang disampaikan, tentu saja bukan pesan rahasia," jelas Hari, Minggu (6/6).
ADVERTISEMENT
Jika seseorang menyampaikan pesan lewat telepon hutan, dapat dipastikan seisi hutan akan mengetahuinya.
Kelebihan telepon hutan adalah ketika seseorang berteriak dengan ketinggian suara tertentu, suaranya akan bergema dan berkumandang di lembah, atau dari tepi sungai ke hulu.
"Biasanya mereka bertelepon hutan saat mencari teman atau anggota keluarganya yang berburu di hutan. Atau menyampaikan ada kerabat yang meninggal," Hari menambahkan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020