Food & Travel
·
14 Oktober 2021 11:48
·
waktu baca 4 menit

Tengok Keindahan Kota Jayapura dari Venue Paralayang PON Papua

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Tengok Keindahan Kota Jayapura dari Venue Paralayang PON Papua  (52308)
searchPerbesar
Pemandangan Kota Jayapura dari lokasi paralayang PON Papua. (Dok: Wajedi)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Venue paralayang Pekan Olahraga Nasional XX Papua yang terletak di Bukit Gracia, Kampung Buton, Skyland, Kota Jayapura memiliki pesona tak biasa.
ADVERTISEMENT
Venue yang digunakan sebagai lokasi lepas landas mempunyai ketinggian 343 mdpl. Sementara lokasi pendaratan terletak di kawasan kolam buaya yang memiliki ketinggian 24 mdpl.
Tentu saja venue paralayang menyuguhkan pemandangan Kota Jayapura yang apik bagi para atlet nomor lintas alam. Ditambah lagi langit Kota Jayapura yang sangat cantik kala cuaca cerah berawan.
Jurnalis BumiPapua memiliki kesempatan atraksi wisata petualangan bersama seorang atlet asal DKI Jakarta untuk menikmati pesona alam Kota jayapura dari ketinggian.
Rasa cemas dan takut pasti ada. Maklum, ini kali pertama mencoba paralayang.
Namun hal tak terduga terjadi, sesampainya melihat Kota Jayapura dari udara. Rimbunnya pohon dipadukan bentangan laut sungguh telah memanjakan mata. Belum lagi tiupan angin menambah sensasi terbang di langit, serasa bebas dan lepas.
ADVERTISEMENT
Rasa kagum pun terus disebutkan oleh Indra Lesmana, atlet paralayang asal DKI Jakarta.
“PON Papua menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi terbang di atas ketinggian Kota Jayapura dengan pemandangan yang sangat indah. Baru kali ini, venue paralayang berbeda dari PON sebelumnya,” kata Indra, Kamis (14/10).
Indra berharap dirinya bisa kembali ke Papua, khususnya Kota Jayapura untuk mengikuti kejuaraan dunia tahun 2022.
"Harapan saya tempat ini bisa dipakai untuk kejuaraan dunia tahun depan, tapi venue paralayang harus dibenahi dulu, terutama akses jalan menuju take off,” kata Indra.
Tengok Keindahan Kota Jayapura dari Venue Paralayang PON Papua  (52309)
searchPerbesar
Pemandangan Kota Jayapura dari lokasi paralayang PON Papua. (BumiPapua.com/Qadri Pratiwi)
Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha, Bukit Gracia memiliki ketinggian yang pas untuk pertandingan nomor ketepatan mendarat atau accuracy dan pertandingan nomor lintas alam atau Cross Country.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Venue paralayang di Papua ini sangatlah unik beda dengan venue di luar Papua. Papua tempatnya di tengah kota, sehingga saat terbang mata dimanjakan dengan keindahan Kota Jayapura yang memiliki Jembatan Merah (Youtefa), lalu melihat Teluk Humboldt, Pantai Hamadi dan pegunungan.
Wahyu yang sudah tandem 3.000 kali ini mengaku kagum dengan kelebihan venue di Papua. Sebab, atlet atau masyarakat bisa tandem tanpa terhalang musim dengan jam terbang dari pukul 08.00-17.00 WIT.
Tengok Keindahan Kota Jayapura dari Venue Paralayang PON Papua  (52310)
searchPerbesar
Pemandangan Kota Jayapura dari lokasi paralayang PON Papua. (Dok: Wajedi)
"Di sini (Papua) sepanjang musim bisa digunakan, kalau di Puncak, Jawa Barat hanya bisa musim kemarau. Lalu Bali hanya dapat digunakan bulan Juni hingga September, sama seperti Manado mengikuti musim.
“Tapi di Kota Jayapura, sepanjang musim bisa dilakukan. Inilah kelebihan lainnya,” jelas Wahyu.
ADVERTISEMENT
Venue paralayang di Kota Jayapura ini memiliki termal atau angin yang cukup bagus dengan kecepatan antara 5 hingga 15 kilo meter per jam. Angin tersebut masuk kategori angin ideal untuk melakukan tandem.
Termal sendiri angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa sehingga bisa bertahan lama. Di Kota Jayapura sangat bagus.

Rekor MURI

Tengok Keindahan Kota Jayapura dari Venue Paralayang PON Papua  (52311)
searchPerbesar
Wartawan BumiPapua, Qadri Pratiwi menjajal paralayang. (BumiPapua.com/Qadri Pratiwi)
Keistimewaan venue paralayang Papua ternyata tidak terucap dari kata-kata saja. Faktanya, lomba tandem terbang lebih dari 10 parasut secara bersamaan saat PON XX telah tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia.
Rekor ini pun belum pernah ada dalam lomba tandem di Indonesia bahkan dunia.
Dengan keistimewaan ini, Wahyu berharap venue paralayang Papua bisa menjadi destinasi wisata baru di Kota Jayapura, sehingga menarik minat masyarakat menjadi atlet paralayang masa depan.
ADVERTISEMENT

Kejuaraan Dunia

Paralayang Indonesia telah berencana menjadikan Kota Jayapura dalam kejuaraan paralayang dunia nomor akurasi tahun 2022. Harapannya melalui kejuaraan dunia ini akan mengundang turis atau pilot asing dari luar datang ke Papua.
“Kami ingin mendorong Pemerintah Papua untuk membangun akses jalan ke tempat take off yang saat ini hanya ditimbun pasir, karena potensi venue paralayang di Papua sangat besar,” ucap Wahyu.
Untuk menjadi atlet paralayang ternyata bisa diasah sejak dini mulai dari usia 13 tahun. Kabar baiknya untuk menjadi atlet paralayang tidak mematok berat badan. “Sebab semuanya akan disesuaikan dengan parasut, kalau tubuh kecil pakai yang kecil, kalau besar pakai parasut besar,” Wahyu menambahkan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020