Konten Media Partner

Tiga Pemda Patungan Rp 2,5 Miliar Damaikan Pertikaian Warga di Wouma Jayawijaya

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdamaian warga di Wouma Kabupaten Jayawijaya. (Foto: Penrem 172/PWY)
zoom-in-whitePerbesar
Perdamaian warga di Wouma Kabupaten Jayawijaya. (Foto: Penrem 172/PWY)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Warga yang bertikai di Kampung Wouma, Kabupaten Jayawijaya akhirnya sepakat berdamai.

Penyelesaian perdamaian disepakati antarwarga bersama forkopimda Kabupaten Nduga, Lanny Jaya dan Jayawijaya yang berlangsung di Gedung Otonom Kabupaten Jayawijaya.

Bupati Kabupaten Nduga, Wentius Nimiangge menjelaskan keluarga korban almarhum Yonas Kelnea dan almarhum Luok Heluka menuntut pelaku pembunuhan diproses hukum dan meminta pemberian santunan denagn total uang tunai sebesar Rp 2,5 miliar serta 20 ekor babi.

Perdamaian warga di Wouma Kabupaten Jayawijaya. (Foto: Penrem 172/PWY)

Untuk menyelesaikan masalah ini, 3 kepala daerah yakni Lanny Jaya, Nduga dan Jayawijaya sepakat membantu membayar kompensasi kepada kelompok yang dua warganya meninggal dunia.

Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom menjelaskan keluarga besar Nduga yang menjadi korban dalam pertikaian antarwarga yang terjadi 8-9 Januari 2022 lalu akhirnya sepakat berdamai atas upaya dari pemerintah.

“Kami jelaskan kembali bahwa dana Rp 2,5 miliar, bukan untuk pembayaran kepala atau nyawa. Namun uang tersebut diberikan karena kesepakatan perdamaian kedua warga atas imbauan dari 3 kepala daerah yakni Lanny Jaya, Jayawijaya dan Nduga," jelas Befa, Kamis (13/1/2022).

Perdamaian warga di Wouma Kabupaten Jayawijaya. (Foto: Penrem 172/PWY)

Befa yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Bupati Se-Pegunungan Tengah Papua berterimakasih kepada Bupati Nduga yang telah bekerja keras selama beberapa hari ini sehingga pada akhirnya masyarakat dapat menerima perdamaian.

“Masyarakat Lanny Jaya termasuk juga Wouma-Lanny-Nduga yang dibawah (Wouma) pada prinsipnya menunggu apa yang disampaikan oleh keluarga besar Nduga –Lanny (Ilekma),” katanya.

Upacara perdamaian dilakukan di Lapangan Sinapuk Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya, Kamis (13/1/2022).

Pada kesempatan yang sama, Bupati Nduga Wentius Nimiangge menyatakan selaku keluarga besar yang memiliki masalah menyampaikan terimakasih kepada Pemda Jayawijaya dan Lanny Jaya atas kerja kerasnya.

Ia juga menilai masalah-masalah seperti ini terjadi karena banyak warga Nduga yang masuk ke Jayawijaya. "Semoga hal ini tak terulang kembali," ujarnya.

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menjelaskan setiap permasalahan yang terjadi antarwarga harus dilakukan secara humanis.

"Kami terus upayakan perdamaian dengan mengedepankan peran pemda, tokoh adat, agama dan pemuda," jelasnya.