Usaha Minyak Albumin Ikan Gabus Merauke Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan tidak menggetarkan penggiat ekonomi di Rumah Albumin Merauke, Provinsi Papua.
Rumah Albumin merupakan usaha Kelompok Harapan Papua Baru yang bergerak pada pembuatan minyak albumin ikan gabus atau ikan gastor Merauke. Kelompok ini beranggotakan 9 orang yang berdomisili di lingkungan Gudang Arang Kelurahan Kamahedoga, Kabupaten Merauke.
Melalui program pemberdayaan Rumah Albumin yang merupakan bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) Fuel Terminal Merauke di bidang pemberdayaan ekonomi, maka Pertamina bersama masyarakat menjaga keberlangsungan potensi ekonomi lokal dengan memberdayakan kelompok usaha harapan baru.
Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region VIII, Edi Mangun menuturkan pengembangan produk usaha yang dihasilkan merupakan sebuah upaya dalam pemanfaatan hasil sumber perikanan air tawar yang terdapat di daerah sekitar.
Potensi wilayah Kabupaten Merauke yang memiliki luas rawa mencapai 1.425.000 hektare dari total luas wilayah 45.071 Km², dengan varietas jenis ikan air tawar yang bervariasi, salah satunya adalah jenis gastor atau gabus.
“Awalnya kami berhasil mengidentifikasi potensi pengembangan SDM yang begitu besar, semangat para pelaku kelompok usaha ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," jelasnya, Kamis (17/9).
Kendala Rumah Albumin
Pertamina berupaya memecahkan problematika usaha yang kerap muncul pada fase awal kelompok usaha berdiri dan segera melakukan akselerasi.
Pada dasarnya produk minyak Albumin produksi Kelompok Harapan Papua Baru terbilang cukup laris di pasaran, bahkan berkat sinergi bersama seluruh instansi terkait, kelompok usaha ini diberikan mandat secara langsung oleh Pemkab Merauke untuk memproduksi minyak ikan gabus dalam jumlah besar sebagai persiapan buah tangan bagi kontingen daerah dalam ajang PON Papua 2020.
"Kegiatan usaha berbasis masyarakat (kolektif) ini bukan tanpa kendala. Bahkan sebelum pandemi, kelompok ini kesulitan bahan baku, karena adanya musim penghujan dan keterbatasan sumber daya manusia dalam melakukan inovasi pemasaran produk, serta manajerial aspek internal kelompok usaha," jelasnya.
Untuk itu, Pertamina hadir dalam memberikan program bantuan, yakni aspek pengadaan fisik yang mencakup pengadaan rumah dan alat-alat produksi.
Kemudian, Pertamina juga membantu pengembangan kapasitas pengelolaan sumber daya manusianya. Sebagai sebuah wujud peduli dalam pemberian dukungan pendampingan yang berkelanjutan, maka Pertamina berkomitmen untuk mengantarkan kelompok usaha ini agar lebih maju dan mandiri.
"Pendampingan berorientasi jangka panjang terus dilakukan terlebih dalam kondisi pandemi yang belum berhenti," jelasnya.
Saat ini, Pertamina bersama kelompok usaha mengejar 3 hal utama yakni penguatan kelembagaan kelompok serta pemasaran produk, pengurusan izin ke BPOM dan MUI Kabupaten Merauke.
"Termasuk dukungan pengembangan kolam penampungan ikan dan kolam penampungan air limbah produksi. Pertamina berupaya melakukan transfer budaya disiplin anti COVID-19 melalui kelompok usaha masyarakat ini”, Edi menuturkan.
