Konten Media Partner

Viral, RS AL Merauke Tolak Pasien Anak

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Norbet Tebai, pemilik akun TikTok @kaka_tua yang viral dengan psotingan pasien anak ditolak RS AL Merauke. (BumiPapua.com/Abdel Syah)
zoom-in-whitePerbesar
Norbet Tebai, pemilik akun TikTok @kaka_tua yang viral dengan psotingan pasien anak ditolak RS AL Merauke. (BumiPapua.com/Abdel Syah)

Merauke, BUMIPAPUA.COM – Sebuah postingan di media sosial viral terkait penolakan kepada pasien anak di Rumah Sakit Angakatan Laut (RS AL) Merauke.

Postingan berdurasi 2 menit 50 detik dari akun TikTok @kaka_tua itu terlihat seorang pria sedang marah-marah, diduga tidak terima atas meninggalnya seorang anak.

Dalam postingan itu juga memperlihatkan tenaga medis di dalam ruangan hanya terdiam. Pria tersebut terus marah karena menganggap tenaga medis di RS AL tidak tanggap terhadap pesien. Sehingga pasien anak tersebut meninggal.

Pria dengan akun TikTok kaka_tua rupanya keluarga korban yakni Norbet Tebai. Dalam keterangannya kepada wartawan, Norbet menuntut keadilan atas kejadian yang menyebabkan Adriana Mahuze (10) meninggal dunia. Ia menilai rumah sakit tersebut lebih mementingkan administrasi dibandingkan pelayanan terhadap pasien.

"Saya akan kawal persoalan ini sampai selesai," kata Norbet Tebai, kepada wartawan di Merauke, Sabtu (26/2/2022).

Kronologi Kejadian

Ia meceritakan kronologi kejadian pada Jumat (25/02/2022) pukul 19.00 WIT, pasien atas nama Adriana Mahuze mengalami sesak nafas. Lalu pasien tersebut dibawa dari rumahnya yang berada di Kompleks Pintu Air ke RS AL Merauke dengan menumpang kendaraan pick up. Ketika sampai di RS AL, pasien dan keluarga diarahkan oleh tenaga medis untuk dibawa ke RSUD Merauke.

“Belum sampai ditangani oleh tenaga medis di RSUD Merauke, murid SD ini lalu menghembuskan nafas terakhirnya,” jelas Norbet.

“Jika masalah ini tak ditangani dengan tuntas, saya akan viralkan kembali,” jelas Norbet.

Tanggapan RS AL Merauke

Kepala Rumah Sakit Angakatan Laut Merauke, Letkol Laut (K) dr. D.Nursito saat memberikan keterangan pers. (BumiPapua.com/Abdel Syah)

Kepala Rumah Sakit Angakatan Laut Merauke, Letkol Laut (K) dr. D.Nursito menilai standar operasional prosedur (SOP) di RS AL sudah sesuai. “Hanya saja ada kelemahan dalam sistem pelayanan,” ujarnya.

Versi Nursito, kronologi kejadian terjadi pada Jumat (25/2/2022), sekitar pukul 19.46 WIT, ada sebuah mobil pick up berhenti di depan IGD. Tidak lama, ada satu perawat mengampiri pasien itu, lalu pasien diperiksa di dalam pick up. Hasil pemeriksaan cepat disimpulkan bahwa kondisi anak dalam keadaan stabil.

"Karena di RSAL tidak ada dokter spesialis anak, maka untuk mempercepat penanganan pasien, tenaga medis mengarahkan kepada kelurga pasien untuk ke RSUD Merauke, sebab di rumah sakit itu ada dokter anak. Jarak RS AL dengan RSUD Merauke sekitar 100 meter,” kata Nursito kepada wartawan.

Kata Nursito, dirinya telah bertemu dengan keluarga pasien dan kasus ini sedang ditangani.

"Soal SPO awal penanganan pasien, serta penyakit apa yang dialami pasien, nanti akan terungkap dalam sidang kode etik. Jadi, ini semua masih proses. Dengan kejadian ini kami akan memperbaiki pelayanan," ungkapnya.