News
·
5 Desember 2019 16:08

Wamen PUPR Pastikan Rekonstruksi 403 Unit Ruko di Wamena Tetap Jalan

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Wamen PUPR Pastikan Rekonstruksi 403 Unit Ruko di Wamena Tetap Jalan (43563)
Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo mendatangi Pasar Wouma yang sudah direkontruksi, STISIP Yapis Wamena, dan melakukan pertemuan dengan pengusaha lokal. (Foto IST)
Jayawijaya, BUMIPAPUA.COM - Wakil Menteri (Wamen) Pekerkaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo memastikan, proses rekonstruksi 403 unit ruko yang terbakar saat kerusuhan Wamena, 23 September 2019 lalu akan segera berjalan dengan pelaksanaan dilakukan oleh pengusaha lokal yang dikoordinir Gapensi setempat.
ADVERTISEMENT
“Sesuai dengan arahan Pak Presiden dan Menteri, kami harapkan keterlibatan pengusaha putra daerah itu agar mereka dapat manfaat dari apa yang dikerjakan PUPR," ujar Wetipo saat mengunjungi Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis (5/12).
Dalam kunjungan itu, Wetipo mendatangi Pasar Wouma yang sudah direkontruksi, STISIP Yapis Wamena, dan melakukan pertemuan dengan pengusaha lokal.
Menurut Wetipo, skema pengerjaan itu telah disepakati dalam pertemuan tersebut dan segera dilaporkan kepada Menteri PUPR. Wetipo memandang skema yang disepakati ini merupakan solusi agar proses rekontruksi cepat dilakukan karena presiden telah menargetkan pengerjaannya rampung pada April 2020.
"Mudah-mudahan mereka (pengusaha asli Papua) bisa bangun dulu nanti diaudit yang hasilnya akan menjadi dasar untuk kita bayarkan. Gapensi akan mendiskusikan hal ini, tapi mereka minta kalau bisa ada SPK sementara untuk menjadi dasar mereka bisa bekerja," jelas Wetipo.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Wetipo mengakui bila Pasar Wouma yang sudah dibangun ulang belum dapat difungsikan. Hal itu dikarenakan para pedagang masih belum mau kembali beraktifitas di lokasi itu.
"Sesuai janji presiden, pekerjaan Pasar Wouma dikerjakan tuntas dalam 14 hari. Hanya masyarakat belum bisa gunakan karena didepan pasar, ruko-ruko yang terbakar itu belum dibangun atau dirapikan sehingga membuat masyarakat masih trauma," tutur Wetipo.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Cornelis Sagrim, menjelaskan bila rekontruksi sejumlah bangunan di Wamena pascarusuh 23 September 2019 lalu, belum berjalan karena berbagai sebab.
Menurut Cornelis, sebelumnya proses rekontruksi belum tahu dikerjakan oleh siapa karena banyak kerusakan terhadap properti pribadi. "Setelah ada kunjungan presiden baru dipastikan oleh Kementerian PUPR dan dilakukan pengusaha lokal," terangnya.
ADVERTISEMENT
Namun setelah ada kesepakatan dengan Gapensi, kini Kementerian PUPR masih butuh pendataan kontraktor dari Gapensi dan juga petunjuk teknis tentang pelaksanaan proses rekontruksi tersebut.
Meski dari Gapensi masih meminta rencana anggaran biaya (RAB) proyek, namun ia menganggap hal tersebut tidak akan menghalangi berjalannya pekerjaan. "RAB itu sambil berjalan secara paralel tapi fisiknya sambil berjalan supaya cepat dikerjakan," kata Cornelis.
Ketua Gapensi Jayawijaya, Fred Hubi menyatakan, anggotanya siap menerima kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam proses rekontruksi bangunan di Wamena. Sebagai putra asli Jayawijaya, ia menginginkan dampak kerusuhan si Wamena dapat segera hilang dan bangunan baru segera berdiri.
"Rekrontruksi ini harus cepat selesai supaya wajah Wamena bisa cepat kembali dan kami mengapresiasi pemerintah bahwa anak asli Wamena diberi porsi lebih karena pembangunan 403 ruko ini semuanya diserahkan ke pengusaha asli Papua," kata Fred.
ADVERTISEMENT
Fred mengakui dari sisi permodalam tidak semua pengusaha lokal memilikinya.
Namun Gapensi telah menggandeng beberapa pihak yang bisa membantu mengatasi masalah tersebut.
"Untuk modal kerja, Gapensi Jayawijaya sudah bekerjasama dengan pengusaha Raja Sibarani dan Koperasi Gapensi, mereka akan membantu kami dari segi pembiayaan yang menyangkut material maupun modal," tutur Fred.
Mengenai batas waktu yang diberikan Preiden Joko Widodo, Fred yakin bila hal itu bisa dipenuhi. Sebab menurut dia, yang akan mengerjakan pembangunan 403 unit ruko bukan hanya pengusaha asli Papua, tapi juga kontraktor dari daerah lain yang memang tinggal di Jayawijaya.
"Anggota Gapensi Jayawijaya lebih dari 350 kontraktor, kalau satu pengusaha dapat satu ruko maka satu bulan pekerjaan ini selesai," kata Fred.
ADVERTISEMENT