Biofil Dibutuhkan Dalam Pembangunan Wisata Kayutangan

Undergraduate Political Student at Brawijaya University
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bunga Dwi Cahya Kaelani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kunjungan Menteri Sandiaga ke Kawasan Kayutangan di Kota Malang memberikan gambaran jelas tentang potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam memajukan destinasi wisata berbasis budaya. Langkah tegas pemerintah dalam menetapkan kawasan tersebut sebagai cagar budaya adalah langkah yang tepat dan patut diapresiasi. Namun, ini harus menjadi contoh bagi banyak daerah di Indonesia untuk melakukan hal serupa. Keputusan untuk melindungi dan mengembangkan warisan budaya adalah langkah yang sangat strategis. Kebijakan semacam ini bukan hanya tentang melestarikan bangunan bersejarah semata, tetapi juga tentang mengangkat potensi ekonomi, sosial, dan budaya yang terkait. Pertumbuhan kunjungan ke Kawasan Kayutangan yang mencapai 25 ribu orang per bulan setelah pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa potensi wisata budaya di Indonesia masih sangat besar. Tindakan pemerintah dalam memberikan bantuan pengembangan digitalisasi desa wisata serta dukungan dari industri mitra merupakan langkah positif dalam mendukung pertumbuhan sektor ini.
Langkah Konkret Pemerintah
Pemerintah perlu menyadari bahwa Indonesia kaya akan warisan budaya yang tersebar di berbagai daerah. Dengan mengambil langkah tegas dalam menetapkan dan mengembangkan cagar budaya, pemerintah dapat membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi lokal, peningkatan lapangan kerja, serta meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap budaya lokal. Melalui skema pengembangan yang terstruktur dan berkelanjutan, daerah-daerah lain di Indonesia dapat mengikuti jejak kesuksesan Kawasan Kayutangan. Ini adalah kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi lokal mereka dengan lebih efektif, sambil tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keberagaman budaya.
Imbas Pada Lingkungan
Seringkali, dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata, pemerintah terlalu fokus pada aspek ekonomi tanpa memperhitungkan dampak lingkungan yang bisa berdampak jangka panjang. Kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang menjadi contoh konkret. Meskipun berhasil menarik banyak wisatawan, namun kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk menjadi masalah serius yang harus segera ditangani. Ketua Kader Lingkungan Klojen, Tinuk Diah Susanti, dengan jelas menyoroti kebutuhan akan fasilitas biofil yang kurang, terutama di kawasan padat penduduk.
Pentingnya peran pemerintah dalam memperhatikan kondisi lingkungan dan memastikan bahwa pengembangan pariwisata tidak merugikan lingkungan adalah hal yang tak bisa dipandang remeh. Bukan hanya soal menciptakan destinasi wisata yang menarik, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan memasang lebih banyak fasilitas biofil, terutama di kawasan yang rawan pencemaran lingkungan. Langkah ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjaga kebersihan sungai dan lingkungan secara keseluruhan.
Pemerintah perlu memperhatikan indikator-indikator lingkungan seperti yang disampaikan Tinuk Diah Susanti. Melalui pendataan yang akurat dan pengawasan yang ketat, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan.
Dukungan Semua Pihak
Sebagai masyarakat, kita juga memiliki peran dalam mendukung langkah-langkah ini. Mengunjungi dan mendukung destinasi wisata berbasis budaya, serta ikut serta dalam program-program yang digagas oleh pemerintah dan masyarakat setempat, adalah cara bagi kita untuk turut serta dalam memajukan warisan budaya Indonesia.
Namun demikian, pemerintah harus lebih proaktif dalam melibatkan semua pihak terkait, baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat lokal. Kerjasama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan relawan sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan memprioritaskan aspek lingkungan dalam setiap proyek pengembangan wisata, bukan hanya akan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga akan membawa manfaat jangka panjang bagi keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Pemerintah harus mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab dalam menjaga harmoni antara pengembangan pariwisata dan keberlanjutan lingkungan.
