Konten dari Pengguna

Ketika Teknologi Industri Berkembang, Apakah Praktikum Kampus Sudah Cukup?

Fitri bunga silviana

Fitri bunga silviana

mahasiswa teknik kimia universitas pamulang

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fitri bunga silviana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melihat perkembangan alat laboratorium secara langsung membuat saya menyadari bahwa mahasiswa perlu lebih dekat dengan teknologi yang digunakan dunia industri. jumat 14/05/2026 Foto: Fitri Bunga Silviana.
zoom-in-whitePerbesar
Melihat perkembangan alat laboratorium secara langsung membuat saya menyadari bahwa mahasiswa perlu lebih dekat dengan teknologi yang digunakan dunia industri. jumat 14/05/2026 Foto: Fitri Bunga Silviana.

Selama kuliah Teknik Kimia, laboratorium menjadi tempat mahasiswa mengenal alat, melakukan praktikum, dan membuktikan teori yang dipelajari di kelas. Namun, ketika melihat langsung berbagai peralatan laboratorium modern dalam sebuah pameran, muncul satu pertanyaan: apakah pengalaman praktikum di kampus sudah cukup untuk mengenalkan mahasiswa pada perkembangan teknologi industri?

Pertanyaan tersebut muncul karena beberapa alat yang saya lihat memiliki teknologi yang lebih terintegrasi dibandingkan alat yang biasa digunakan dalam praktikum. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pekerjaan di laboratorium tidak hanya berkaitan dengan menjalankan prosedur, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu menghasilkan data dengan lebih cepat dan akurat.

Bagi mahasiswa Teknik Kimia, hal ini menjadi penting. Selama kuliah, mahasiswa memang mempelajari prinsip kerja berbagai alat. Namun, di dunia industri, kebutuhan tidak berhenti pada pemahaman teori. Mahasiswa juga perlu mampu membaca data, memahami proses, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan teknologi baru.

Menurut saya, mahasiswa tidak harus menguasai seluruh alat industri sejak masih kuliah. Namun, mereka perlu diberi kesempatan untuk mengenal perkembangan teknologi tersebut. Kegiatan seperti kunjungan industri, pameran, seminar, atau kerja sama dengan perusahaan dapat menjadi jembatan antara pembelajaran di kampus dan kondisi dunia kerja.

Pengalaman melihat alat laboratorium secara langsung juga membuat saya melihat bahwa teori yang dipelajari di kelas sebenarnya memiliki hubungan yang cukup dekat dengan kebutuhan industri. Alat yang terlihat rumit pada awalnya dapat dipahami ketika kita mengetahui fungsi dan perannya dalam proses penelitian maupun pengujian.

Pada akhirnya, persoalannya bukan apakah kampus memiliki semua alat terbaru. Yang lebih penting adalah apakah mahasiswa diberi kesempatan untuk mengetahui bahwa teknologi terus berkembang dan mempersiapkan diri untuk mengikutinya.

Sebab, ketika teknologi industri terus bergerak maju, mahasiswa Teknik Kimia juga perlu bergerak dari sekadar mempelajari teori menjadi memahami bagaimana teori tersebut digunakan di dunia nyata.