Rahasia Kimia di Balik Gurih dan Pedasnya Seblak

mahasiswa teknik kimia universitas pamulang
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Fitri bunga silviana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seblak menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa dan anak muda. Rasanya yang pedas dan gurih membuat makanan ini cocok dinikmati kapan saja. Namun, di balik semangkuk seblak ternyata terdapat beberapa proses kimia sederhana yang terjadi selama proses memasak.
Saat kerupuk direbus, teksturnya berubah dari keras menjadi lebih kenyal. Perubahan tersebut terjadi karena pati pada kerupuk menyerap air panas dan mengalami proses gelatinisasi. Proses ini membuat struktur kerupuk menjadi lebih lunak saat dimasak.
Selain itu, bumbu seperti bawang dan cabai yang ditumis juga menghasilkan aroma khas akibat reaksi kimia saat terkena panas. Proses pemanasan membantu mengeluarkan aroma dan rasa yang membuat seblak terasa lebih gurih dan menggugah selera.
Penggunaan suhu yang tepat juga memengaruhi hasil akhir masakan. Api yang terlalu besar dapat membuat kuah cepat menyusut, sedangkan suhu yang stabil membantu bahan matang lebih merata. Hal ini menunjukkan bahwa proses memasak berkaitan dengan pengaturan panas dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena sederhana tersebut membuktikan bahwa ilmu kimia tidak hanya dipelajari di laboratorium, tetapi juga dapat ditemukan dalam aktivitas memasak sehari-hari. Melalui makanan seperti seblak, konsep sains menjadi lebih dekat dan mudah dipahami oleh masyarakat.
