Mahasiswa Biologi Terapan UNILA Belajar Entomologi Kesehatan di Wilayah Endemik

Mahasiswa Biologi Universitas Lampung Suka menulis
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Febrian Cahyadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebanyak 53 mahasiswa Program Studi Biologi Terapan Universitas Lampung melaksanakan kegiatan praktikum lapang entomologi kesehatan pada Sabtu, 24 Mei 2025. Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari langsung proses identifikasi dan penangkapan larva nyamuk Aedes, Anopheles, dan Culex sebagai bagian dari pembelajaran tentang vektor penyakit tropis.
Wilayah Endemik Malaria
Kegiatan berlangsung di Desa Lempasing, Kecamatan Sukajaya dan Desa Hanura Kabupaten Pesawaran, yang dikenal sebagai salah satu wilayah endemik malaria di Provinsi Lampung. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada keberadaan populasi tinggi nyamuk vektor penyakit, terutama Anopheles sebagai penyebab utama malaria, sehingga sangat relevan untuk dijadikan media belajar lapangan bagi mahasiswa dalam mengenali siklus hidup nyamuk.
Penangkapan Larva dan Nyamuk Dewasa
Praktikum dilaksanakan sepanjang hari, dimulai pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB. Kegiatan diawali dengan briefing dan perjalanan menuju lokasi, dilanjutkan dengan penangkapan larva nyamuk pada siang hari dan penangkapan nyamuk dewasa pada malam hari, serta diakhiri dengan identifikasi spesimen di Laboratorium Zoologi, FMIPA UNILA.
Kerja Sama Dengan Puskesmas Hanura
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh dosen Biologi FMIPA Ibu Dr. Endah Setyaningrum, M. Biomed. yang juga selaku Kepala Laboratorium Zoologi dan Ibu Gina Dania Pratami, M. Si. selaku Kepala Program Studi Biologi Terapan, serta bekerja sama dengan kader malaria dari wilayah kerja Puskesmas Hanura yang juga didampingi oleh Entomolog Kesehatan Puskesmas Hanura Bapak Dodi Setiawan,S.K.M., M.M. dan Bapak Tri Julian Muhar, S.Si. serta masyarakat setempat. Penangkapan larva dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti gayung dan pipet tetes, sambil mengenali berbagai lokasi perindukan alami nyamuk, dan dilanjutkan menangkap nyamuk dewasa menggunakan aspirator. Setelah kegiatan di lapangan selesai, mahasiswa membawa hasil tangkapan ke laboratorium Zoologi FMIPA untuk dilakukan identifikasi secara mikroskopis.
Melalui praktikum ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenali morfologi nyamuk secara teori, tetapi juga terjun langsung bagaimana pengambilan sampel dilakukan di lapangan, termasuk pentingnya kerja sama antar tim dan masyarakat sekitar dalam pengendalian vektor penyakit malaria.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya pemantauan vektor penyakit dan peran nyata mahasiswa biologi dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat secara ilmiah dan kolaboratif, ujar Dr. Endah Setyaningrum, M. Biomed (KA Lab Zoologi).
Febrian Cahyadi, Mahasiswa Biologi Universitas Lampung
