Konten dari Pengguna

Membangun Kesadaran Kebangsaan Melalui Pengajaran Pancasila: Program KKN Inovati

CAHYARANI ZAHRA PRIHANTO

CAHYARANI ZAHRA PRIHANTO

Mahasiswa UB

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari CAHYARANI ZAHRA PRIHANTO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN FISIP Universitas Brawijaya membimbing siswa-siswi SMP di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, dalam kegiatan diskusi kelompok seputar nilai-nilai Pancasila. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman Pancasila sebagai dasar negara melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN FISIP Universitas Brawijaya membimbing siswa-siswi SMP di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, dalam kegiatan diskusi kelompok seputar nilai-nilai Pancasila. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman Pancasila sebagai dasar negara melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif.

Mentaraman, 23 Juli 2025 - Dalam rangka menjalankan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya, sekelompok mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UB) menggelar kegiatan pembelajaran interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kepada siswa-siswi SMP Negeri di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas sederhana namun penuh antusiasme ini mengusung tema Pancasila yang disampaikan melalui metode pembelajaran kreatif dan partisipatif. Kelas yang melakukan pembelajaran adalah kelas 7, kelas 8, dan kelas 9 dengan hari yang berbeda – beda. Mahasiswa KKN membagi para siswa ke dalam beberapa kelompok diskusi dan melibatkan mereka dalam pembuatan poster nilai-nilai Pancasila.

“Tujuannya agar siswa tidak hanya menghafal sila-sila Pancasila, tapi juga memahami maknanya dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Cahyarani, selaku penanggung jawab program edukasi PPKn.

Kegiatan dimulai pukul 08.15 WIB dengan perkenalan kepada siswa seluruh ⁠SMP Dharma Wirawan 07. Dan dilanjutkan dengan memperkenal nilai – nilai Pancasila pada siswa dengan interaktif dan inovatif. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang menarik seperti Penggunaan media visual seperti papan kreatif berisi potongan warna-warni yang menarik. Learning by doing, siswa belajar melalui praktik langsung. Meningkatkan pemahaman melalui diskusi dan eksplorasi.

Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya bersama siswa-siswi SMP Negeri di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, menunjukkan poster hasil diskusi kelompok tentang nilai-nilai Pancasila usai kegiatan pembelajaran interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN FISIP UB bertajuk "Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Kehidupan".

Salah satu bentuk hasil kegiatan ini adalah papan kolaboratif bertuliskan “PANCASILA” yang dibuat oleh para siswa dengan bimbingan mahasiswa. Dalam karya tersebut, setiap siswa menuliskan pengamalan sila dalam bentuk perilaku sehari-hari, seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial.

Kepala Sekolah ⁠SMP Dharma Wirawan 07, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN ini. ⁠ "Program mengajar PKN yang dibawakan mahasiswa KKN sangat membantu kami dalam memberikan variasi pembelajaran. Siswa-siswa terlihat lebih antusias dan memahami materi dengan lebih baik," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ibu Rupiah, guru PPKN yang mendampingi kegiatan pembelajaran. "Metode yang digunakan mahasiswa KKN sangat kreatif. Siswa jadi lebih berani bertanya dan mengekspresikan pendapat mereka tentang nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, program ini telah menjangkau 40 siswa dari kelas 7, 8, hingga kelas 9. Tim KKN juga berhasil menyusun modul pembelajaran PKN sederhana yang dapat digunakan oleh guru sebagai referensi pembelajaran di masa mendatang.

Ibu kepala sekolah memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan mahasiswa. "Program ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di kampus untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembelajaran PKN yang interaktif seperti ini dapat menjadi model yang diterapkan di sekolah-sekolah lain," ungkapnya.

Mahasiswa KKN FISIP Universitas Brawijaya menyampaikan materi tentang Sejarah Kelahiran Pancasila kepada siswi-siswi SMP di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan pendidikan karakter melalui metode presentasi visual dan interaktif, agar siswa lebih memahami nilai-nilai Pancasila secara historis dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung sangat meriah dan disambut antusias oleh siswa maupun pihak sekolah. Mahasiswa KKN tidak hanya mengajar materi teoritis, tetapi juga mengajak siswa aktif berdialog tentang keberagaman dan bagaimana Pancasila dapat menjadi pedoman bertoleransi di masa kini. Guru-guru serta wali murid yang hadir juga turut mengapresiasi pendekatan edukatif yang penuh kreativitas dalam program ini.

Menurut ketua kelompok KKN, kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai prasyarat akademis, melainkan diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Dosen pembimbing pun menegaskan bahwa hasil kegiatan ini akan diikuti pemantauan untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan siswa.

Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi program serupa di wilayah lain. Program kerja KKN bertema pengajaran PKN dan Pancasila ini membuktikan mahasiswa mampu menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat kebangsaan serta memperkuat fondasi moral generasi penerus bangsa.

Program kerja KKN mengajar PKN ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa KKN lainnya untuk mengembangkan program serupa di daerah masing-masing, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan karakter di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN FISIP UB berharap nilai-nilai Pancasila dapat semakin membumi dan dipahami oleh generasi muda sejak dini, khususnya di daerah pedesaan. Edukasi ini menjadi salah satu upaya dalam membentuk karakter bangsa yang berlandaskan pada semangat kebangsaan dan persatuan.