Konten dari Pengguna

Gerakan Anti-Bullying: Mahasiswa KKN Edukasi Siswa SDN Pirikan Melalui Poster

Cahyo Zhorif Haryadi

Cahyo Zhorif Haryadi

Mahasiswa Prodi Informasi dan Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cahyo Zhorif Haryadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Pirikan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang (01/08/2024) - mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan program kerja praktik pembuatan poster sebagai bagian dari kampanye sosial anti-bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak negatif bullying kepada serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.

Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Pirikan dengan melibatkan para siswa kelas 4 sebagai peserta. Sebelum praktik pembuatan poster dimulai, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai apa itu bullying, jenis-jenis bullying, serta bagaimana cara mengatasinya.

Setelah pemaparan materi, para siswa diajak untuk berkreasi membuat poster yang bertemakan "Stop Bullying". Setiap siswa diberikan satu kertas untuk membuat poster. Mahasiswa membimbing para siswa dalam pembuatan poster ini. Untuk pewarnaan, para siswa telah membawa alat mewarnai pribadi dari rumah, seperti krayon dan pensil warna.

Para siswa sangat antusias dalam pembuatan poster. Mereka berkreasi dengan menambahkan gambar dan pesan yang menarik. Poster yang telah dibuat kemudian ditempel di berbagai sudut sekolah dengan harapan dapat mengedukasi setiap warga sekolah khususnya para siswa. Selain itu, mahasiswa juga membentuk satuan petugas anti-bullying yang berfungsi untuk mengedukasi anti-bullying untuk jangka panjang serta bertanggung jawab dalam penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah.

Dari kegiatan ini, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu terkait kampanye sosial untuk membantu menyelesaikan masalah sosial terkait bullying. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi awal dari gerakan anti-bullying di instansi pendidikan serta memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan lingkungan Sekolah yang lebih harmonis dan saling menghargai.