Konten dari Pengguna

Mengatur Ulang Selera dengan Kantin Sehat Sebagai Solusi Gizi Remaja

Calista Evelyn Ganie

Calista Evelyn Ganie

Siswa SMA Citra Berkat Tangerang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Calista Evelyn Ganie tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Remaja sering memilih makanan yang rendah gizi dan tinggi kalori saat berada di sekolah. Banyak kantin sekolah yang menjual makanan seperti gorengan, mi instan, dan minuman manis yang pastinya menarik perhatian siswa. Pilihan makanan tersebut biasanya lebih murah, praktis, dan rasanya disukai oleh remaja dibandingkan makanan sehat. Namun, konsumsi makanan rendah gizi yang berlebihan dapat memicu masalah kesehatan seperti obesitas, kurang energi, dan risiko penyakit di masa depan.

Pola konsumsi makanan rendah gizi dan tinggi kalori dapat meningkatkan risiko gizi buruk serta masalah kesehatan jangka panjang bagi remaja. Kekurangan nutrisi esensial seperti protein, vitamin, serta mineral dapat menghalangi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan, menurunkan stamina, dan memicu gangguan kesehatan yang baru terasa saat beranjak dewasa. Oleh karena itu, memperbaiki pola makan sejak dini menjadi hal yang penting untuk menjaga kualitas hidup dan masa depan remaja.

Ketersediaan kantin sehat di sekolah dapat membantu membentuk selera makan yang lebih baik sejak dini. Ketika sekolah menawarkan berbagai pilihan makanan yang sehat, para siswa akan lebih mudah untuk mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan tubuh mereka. Kebiasaan ini dapat mendukung kesehatan fisik sekaligus menjaga energi dan konsentrasi selama belajar. Selain itu, pengenalan makanan bergizi sejak usia muda memungkinkan siswa untuk memahami cita rasa serta keuntungan yang ditawarkan, yang mendorong mereka untuk memilihnya di masa depan. Apabila kebiasaan ini terus diterapkan, pola makan yang baik tersebut bisa berkembang menjadi gaya hidup yang berkelanjutan sampai dewasa.

Sumber ilustrasi: Dibuat dengan bantuan AI (OpenAI, 2025).

Apabila kebiasaan ini terus diterapkan, pola makan yang baik tersebut bisa berkembang menjadi gaya hidup yang berkelanjutan sampai dewasa. Selain membentuk kebiasaan makan yang baik, ketersediaan makanan bergizi di sekolah juga membantu menjaga kesehatan siswa dan mencegah masalah kesehatan seperti obesitas dan anemia. Pilihan makanan yang seimbang menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk mendukung kegiatan dan proses belajar setiap hari. Langkah ini menunjukkan bahwa sekolah dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat sekaligus aman bagi perkembangan siswa.

Agar kantin sehat benar-benar berjalan efektif, dibutuhkan dukungan kebijakan sekolah dan partisipasi aktif siswa. Sekolah harus menentukan patokan untuk menu yang sehat, berkolaborasi dengan penyedia layanan makanan, dan mengajak siswa untuk memilih makanan yang bernutrisi. Kita semua juga memiliki peran untuk memastikan setiap gigitan yang masuk ke mulut siswa adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik.