Konten dari Pengguna

Mempelajari Sejarah Invasi Mongol ke Jepang dari Gim Ghost of Tsushima

Calvin

Calvin

- Mahasiswa Desain Komunikasi Visual - Universitas Bunda Mulia - Graphic Designer & Video Editor - Game Enthusiast

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Calvin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Tangkapan layar gim Ghost of Tsushima - Photo Mode
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Tangkapan layar gim Ghost of Tsushima - Photo Mode

Ghost of Tsushima adalah gim aksi-petualangan yang berlatar invasi Mongol ke Jepang pada abad ke-13. Walaupun gim ini menyisipkan elemen fiksi untuk memperkuat narasi, ia tetap berakar pada peristiwa sejarah nyata yang mengubah jalannya sejarah Jepang. Dengan mempelajari elemen-elemen sejarah yang disajikan, pemain dapat memahami lebih dalam tentang salah satu konflik paling dramatis di era feodal Jepang.

Sejarah Invasi Mongol ke Jepang

Pada abad ke-13, Kekaisaran Mongol di bawah kepemimpinan Kublai Khan melancarkan dua invasi besar ke Jepang:

Invasi Pertama (1274)

  • Kublai Khan, setelah menguasai Korea, menuntut Jepang untuk menjadi vasal Kekaisaran Mongol. Namun, tuntutan ini ditolak oleh pemerintah Kamakura.

  • Sebagai tanggapan, armada berisi sekitar 23.000 pasukan Mongol, Korea, dan Tiongkok menyerbu Pulau Tsushima, yang menjadi garis depan pertahanan Jepang.

  • Dengan taktik perang Mongol yang inovatif, termasuk penggunaan senjata seperti granat bubuk mesiu, pasukan Jepang yang didominasi samurai mengalami kekalahan besar di Tsushima dan Pulau Iki.

  • Namun, badai besar yang melanda armada Mongol memaksa mereka mundur sebelum invasi dapat mencapai wilayah utama Jepang.

Invasi Kedua (1281)

  • Kali ini, Kublai Khan mengirim pasukan yang jauh lebih besar, sekitar 140.000 prajurit, dengan dua armada terpisah.

  • Jepang, belajar dari invasi sebelumnya, memperkuat pertahanan pesisir mereka, membangun tembok, dan memobilisasi pasukan samurai.

  • Setelah pertempuran yang berlangsung beberapa minggu, badai besar kembali menghancurkan armada Mongol, mengakhiri upaya mereka untuk menaklukkan Jepang. Badai ini kemudian disebut kamikaze atau "angin ilahi," yang dipercaya sebagai perlindungan dewa-dewa terhadap Jepang.

Penggambaran Invasi Mongol dalam Ghost of Tsushima

Sumber: Tangkapan layar gim Ghost of Tsushima - Free Roam

Dalam gim, pemain berperan sebagai Jin Sakai, seorang samurai yang mencoba melawan pasukan Mongol yang menyerang Tsushima. Meskipun kisahnya fiktif, gim ini mengangkat elemen-elemen penting dari sejarah, seperti:

Pulau Tsushima sebagai Lokasi Strategis

Tsushima adalah lokasi nyata yang menjadi garis depan invasi Mongol. Dalam sejarah, pulau ini diserang secara brutal oleh pasukan Mongol, yang menyebabkan kehancuran besar dan banyak korban di antara penduduk lokal.

Taktik Perang Mongol

Pasukan Mongol terkenal karena taktik militer yang inovatif, termasuk penggunaan senjata jarak jauh, formasi fleksibel, dan senjata berbasis mesiu. Gim ini merepresentasikan hal tersebut melalui gaya bertarung Mongol, meskipun dengan beberapa elemen dramatisasi.

Budaya dan Tradisi Samurai

Samurai dalam Ghost of Tsushima digambarkan sebagai simbol loyalitas dan kehormatan. Meskipun filosofi bushido seperti yang dikenal saat ini berkembang kemudian, nilai-nilai dasar samurai seperti keberanian dan loyalitas sudah ada pada era ini.

Seberapa Akurat Ghost of Tsushima secara Sejarah?

Sumber: Tangkapan layar gim Ghost of Tsushima - Free Roam

Meski berdasarkan peristiwa nyata, Ghost of Tsushima mengambil kebebasan kreatif dalam beberapa aspek seperti:

  • Khotun Khan: Pemimpin pasukan Mongol di gim ini adalah karakter fiktif. Dalam sejarah, invasi pertama dipimpin oleh Jenderal Hong Dagu dan Liu Fuxiang.

  • Strategi Perang: Sementara gim menampilkan Jin sebagai pejuang tunggal melawan pasukan Mongol, perlawanan nyata melibatkan ribuan samurai dan rakyat Jepang.

  • Peninggalan Budaya: Representasi budaya Jepang dalam gim sangat detail dan terinspirasi dari sejarah, meskipun beberapa elemen, seperti gaya seni dan pakaian, mencerminkan era yang lebih modern daripada tahun 1274.

Ghost of Tsushima adalah perpaduan seni narasi dan sejarah yang memberikan wawasan tentang salah satu peristiwa penting dalam hubungan Jepang dan Mongol. Meskipun mengandung elemen fiksi, gim ini menginspirasi pemain untuk mengeksplorasi fakta sejarah di balik invasi Mongol ke Jepang.

Bagi penggemar sejarah, bermain Ghost of Tsushima bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. Ini adalah bukti bahwa gim tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga alat untuk menyelami masa lalu.