Edukasi Mitigasi Gempa bagi Anak Usia Dini oleh Mahasiswa KKN UNY di Kadilajo

Mahasiswi S1 Sastra Indonesia, FBSB, UNY
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Calya Rajni Anindya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kadilajo, 22 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan edukasi mitigasi bencana gempa bumi di TK Pertiwi Kadilajo pada Sabtu (22/8). Kegiatan ini ditujukan kepada anak usia dini sebagai bagian dari upaya penguatan literasi kebencanaan dan pembentukan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNY yang bertugas di wilayah Kepala Dusun (Kadus) II, meliputi Gereh, Grenjeng, Karangeri, Desa Kadilajo. Pemilihan lingkungan Taman Kanak Kanak sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada pentingnya pengenalan konsep kesiapsiagaan bencana secara bertahap sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Edukasi kebencanaan pada anak anak diharapkan dapat membentuk pengetahuan dasar dan respons yang tepat ketika anak menghadapi kondisi darurat.

Materi sosialisasi berfokus pada pengenalan gempa bumi, potensi risiko yang ditimbulkan, serta tindakan yang dapat dilakukan ketika terjadi guncangan. Mahasiswa KKN menyampaikan materi menggunakan pendekatan komunikatif dengan bahasa sederhana dan contoh konkret agar konsep kebencanaan dapat dipahami oleh peserta didik. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan kemampuan kognitif dan karakteristik belajar anak usia dini.
Dalam penyampaian materi, siswa diperkenalkan pada prinsip dasar kesiapsiagaan, yaitu mengenali kondisi bahaya, mempertahankan ketenangan, dan melakukan tindakan perlindungan diri. Anak-anak diarahkan untuk melindungi bagian kepala dan tubuh, berlindung di tempat yang relatif aman, serta menghindari benda-benda yang berpotensi jatuh selama gempa berlangsung.
Edukasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian informasi, tetapi juga melalui praktik dan simulasi sederhana. Mahasiswa KKN memberikan contoh tindakan perlindungan diri yang kemudian dipraktikkan oleh siswa. Metode simulasi digunakan untuk memberikan pengalaman langsung sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman secara verbal, tetapi juga mengenali prosedur dasar yang dapat dilakukan dalam situasi kebencanaan.
Tahapan berikutnya mencakup edukasi mengenai tindakan setelah guncangan berhenti. Siswa diarahkan untuk mengikuti instruksi guru, meninggalkan ruangan secara tertib, serta menuju lapangan terbuka. Penekanan terhadap keteraturan dalam proses evakuasi diberikan untuk mengurangi potensi kepanikan dan risiko cedera yang dapat terjadi apabila evakuasi dilakukan tanpa mengikuti prosedur keselamatan.
Guru TK Pertiwi Kadilajo turut berperan dalam mendampingi siswa selama pelaksanaan edukasi dan simulasi. Keterlibatan pendidik menjadi unsur penting dalam penguatan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah karena guru memiliki peran strategis dalam memberikan arahan, menjaga ketertiban, serta mendampingi peserta didik ketika menghadapi situasi darurat.
Pelaksanaan kegiatan memperoleh respons positif dari peserta didik. Siswa menunjukkan keterlibatan melalui keikutsertaan dalam proses penyampaian materi dan praktik mitigasi. Penggunaan metode video interaktif memungkinkan materi kebencanaan disampaikan dalam bentuk aktivitas yang lebih konkret dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini.
Kegiatan edukasi mitigasi gempa bumi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dasar siswa mengenai risiko bencana sekaligus memperkenalkan perilaku kesiapsiagaan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal. Pembentukan literasi kebencanaan sejak dini merupakan salah satu langkah preventif untuk membangun individu yang memiliki pemahaman terhadap risiko dan mampu merespons keadaan darurat secara lebih tepat.
Melalui pelaksanaan kegiatan di TK Pertiwi Kadilajo, mahasiswa KKN UNY berupaya mengintegrasikan aspek edukasi masyarakat dengan peningkatan kesadaran terhadap risiko bencana. Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kadilajo tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan dan masyarakat Kadilajo, khususnya melalui pengenalan mitigasi dan kesiapsiagaan gempa bumi kepada generasi usia dini.
