Edukasi Penggunaan Sistem Resirkulasi dalam Budidaya Ikan Lele: Solusi Hemat Air

Mahasiswa S1 Akuakultur
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Candra Baskoro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budidaya ikan merupakan salah satu mata pencaharian utama masyarakat di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Pada keberjalanan budidaya perikanan terdapat beberapa masalah seperti penyakit ikan yang menyebabkan kematian ikan dan penggunaan air yang tidak efisien. Hal ini biasanya disebabkan karena kualitas air pada suatu budidaya belum optimal yang menyebabkan ikan mudah terjangkit penyakit karena mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit ataupun jamur. Permasalahan tersebut menjadikan landasan ide oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro dari program studi Akuakultur dengan menggelar kegiatan edukasi dengan tema "Edukasi Penggunaan Sistem Resirkulasi dalam Budidaya Ikan". Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2025 di Desa Tambaksari dan diikuti oleh beberapa pembudidaya ikan setempat
Kegiatan Edukasi Program KKN Mahasiswa UNDIP Terkait Edukasi Penggunaan Sistem Resirkulasi dalam Budidaya Ikan Lele secara Lansung ke Pembudidaya Ikan Lele di Desa Tambaksari.
Sistem RAS: Solusi Hemat Air dan Efisien
Dalam pemaparannya, Candra selaku pemateri menjelaskan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) yang terdiri dari filter mekanik menggunakan dakron untuk menyaring kotoran padat dan filter biologis berisi bioball sebagai tempat tumbuh bakteri nitrifikasi yang mengurai amonia menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Hal ini menjadikan media utama budidaya yaitu air tetap terjaga kualitasnya dan menghambat pertumbuhan dari mikroorganisme.
Sistem ini tidak hanya membuat kualitas air menjadi optimal dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme tapi juga dapat menghemat air karena air telah disirkulasi ulang untuk melewati proses filtrasi
Pemaparan Design RAS Disambut Positif
Kegiatan dilanjutkan dengan menampilkan hasil design RAS, di mana mahasiswa UNDIP menjelaskan alur sistem mulai dari kolam, aliran air menuju filter mekanik dan biologis, hingga kembali ke kolam. Para pembudidaya terlihat antusias tentang pemaparan design sistem RAS pada filter mekanik dan filter biologi
Kesan : “masyarakat sangat antusias untuk hadir dan berdiskusi Bersama terkait desain ras yang bertujuan untuk pengembangan budidaya, sehingga keputusan yang diambil lebih tepat, efisien, dan mampu menghasilkan keuntungan yang maksimal
