Konten dari Pengguna

Menyulut kembali gairah Disko Indonesia.

Canisius Andrew Irvine Julienne

Canisius Andrew Irvine Julienne

Lifetime traveler

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Canisius Andrew Irvine Julienne tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin baru di zaman keemasan anak-anak Millenial inilah, Passion bersinar terang. Semakin banyak anak zaman sekarang yang mulai anti untuk bekerja 9 to 5, dengan pekerjaan yang itu-itu aja.

Menyulut kembali gairah Disko Indonesia.
zoom-in-whitePerbesar

Orang tua kita lebih kritis masalah pekerjaan yang banyak diantaranya dipandang sebelah mata. Dengan alasan, “Mau jadi apa kamu kalau cuma jadi X?” atau nggak, “Sekolah tinggi-tinggi Cuma jadi X doang”.

Zaman berubah. Pola pikiran masing-masing generasi pun tercerahkan. Semakin maju teknologi, tentu semakin maju pula pemikiran manusia untuk berevolusi dengan keadaan zaman yang cepat bergeser.

Kalau dulu, mendengarkan musik harus dengan piringan hitam dan pemutarnya yang segede gaban, lebih maju lagi dengan kaset, ada pula Walkman yang memulai modernisasi pemutar musik, hingga sekarang hanya berbekal smartphone, kuota internet, dan biaya berlangganan, apapun musiknya sudah bisa didengarkan.

Berbagai macam genre bisa dipilih, tapi yang tidak bisa pudar di ingatan adalah genre Disko yang pernah menghiasi dunia permusikan Indonesia. Apapun genre yang terkenal, rasanya disko tidak pernah bisa dilupakan begitu saja sih.

Anak muda zaman sekarang concern sama Disko? Kenapa enggak? Malah mungkin hari ini jadi tonggak bersejarah kalau Disko bisa kembali hadir meramaikan permusikan Indonesia.

Thanks to MLD SPOT & Kumparan yang bikin acara kece, mengangkat masalah Passion yang zaman sekarang digaungkan dimana-mana untuk menginspirasi orang-orang dengan passion yang sama, berkumpul, bahkan bisa sukses Bersama.

Jadi seniman musik dari dulu selalu dipandang sebelah mata, tapi hari ini? Malah diperhitungkan. Jadi Disc Jockey, dulu dianggapnya anak ndak baik baik, lah hari ini, semua anak-anak muda berbondong-bondong belajar biar jadi DJ.

Iya, DJ yang dulu cuma dianggap yang gak baik-baik sekarang jadi keren dan bahkan jadi profesi yang diperhitungkan. Beberapa diantaranya berada di haluan anti mainstream yang focus dengan Genre Disko lagu Indonesia yang hits di tahun 70-an hingga 90-an.

Sebut saja, Diskoria dan Pemuda Sinarmas. Keduanya hadir di Passion Meet Up: Indonesian Disco Revival dan saling sharing bagaiman mereka bisa terbentuk dan memutuskan untuk mempopulerkan kembali Disko di ranah permusikan Indonesia.

Apalagi, lagu-lagu lawas kembali bergelora. Sebut saja lagu Reza Artamevia dengan penggalan reff-nya yang terus mengiang “Izinkan aku untuk terakhir kalinya…” Jangan lanjut dinyanyikan ya.

Keduanya punya cerita yang berbeda tapi ada satu tujuan untuk mengusahakan penikmat musik di Indonesia akan lagu-lagu Indonesia lawas untuk bisa dikenang dan Berjaya sepanjang masa. Diskoria memilih disko dengan lagu Indonesia disbanding EDM luar negeri, “Gak ada bedanya sebenernya, lagu-lagu Indonesia malah masih enak dinikmati sambil joget-joget chill.”

Kalau Pemuda Sinarmas, bercerita awal mulanya yang hanya bermodalkan lagu-lagu dari kaset dengan lagu-lagu lawas, seperti Chrisye, makanya beliau disebut CJ alias Cassette Jockey. Tidak ada peralatan DJ, bikin dia harus menyewa alat, ditolak club sana-sini, sampai akhirnya lagu-lagu apa aja yang dimainkan, bikin badan gak mau berhenti goyang.Dari

Searah dari kiri ke kanan: Adib Hidayat, David Karto.

Tahu festival musik Synchronize Fest kemarin yang rame banget? Salah satu penggagasnya, David Karto, hadir di workshop babak kedua. Bersama Adib Hidayat, pengamat musik Indonesia mengemukakan pendapatnya tentang kebangkitan genre disko di ranah musik Indonesia.

Mungkin salah satu kembalinya genre disko di Indonesia, karena Synchronize Fest yang sukses digelar kemarin. Sebagai event musik yang menampilkan ratusan musisi Indonesia, Festival Musik ini jadi wadah bagi masyarakat Indonesia mengenal berbagai macam genre musik yang ada.

Adib Hidayat punya pendapat yang menguatkan, karena semakin sulitnya mendengarkan lagu-lagu lawas yang hits, Disko jadi salah satu cara untuk mempopulerkan lagi dan cara itu berhasil. Karena memang lagu-lagu lawas lebih easy listening. Gak heran, kalau lebih cepat bisa mengikuti lirik lagunya yang memorable dan badan lebih gampang bergoyang kalau dengar.

Passion Meet Up: Indonesian Disco Revival ditutup dengan penampilan Pemuda Sinarmas dan Diskoria. Gak usah ditanya lantai dansa yang ada memanas atau enggaknya, sudah pasti ramai dengan anak zaman sekarang yang dikit-dikit goyang dan nyerempet nyanyi walau udah puluhan tahun hitsnya.

Apapun passion kamu, selama kamu menekuni dan terus berkarya, kamu akan Berjaya. Tetap semangat mengejar passion kalian. #MLDSPOTPassion #PassionMeetUp.