FBD UB Kelompok 23 Dorong Promosi Digital Produk Unggulan Desa Kidangbang

Saya merupakan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari CANTIKA ALYA FITRI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MALANG - Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, memiliki beragam hasil produksi masyarakat yang berasal dari sektor pertanian, perkebunan, kerajinan, mebel, hingga kuliner tradisional. Beragam produk unggulan tersebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat desa, namun informasi mengenai hasil produksi tersebut masih tersebar dan belum terdokumentasi dalam satu media promosi yang mudah diakses oleh masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Kelompok 23 KKN FISIP Bakti Desa (FBD) Universitas Brawijaya untuk menghadirkan Program kerja PESONA (Pengembangan dan Promosi Potensi Usaha Desa) sebagai upaya untuk menghimpun sekaligus memperkenalkan produk unggulan Desa Kidangbang melalui katalog fisik dan digital.
Program PESONA bertujuan menghimpun berbagai produk unggulan dan komoditas Desa Kidangbang ke dalam media informasi yang lebih terstruktur. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pendataan hasil produksi masyarakat, tetapi juga menyusun media promosi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan demikian, informasi mengenai produk unggulan desa dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat maupun pihak yang membutuhkan.
Pelaksanaan program diawali dengan melakukan observasi dan pendataan secara langsung kepada para petani dan pengrajin di Desa Kidangbang. Mahasiswa mengunjungi pelaku usaha untuk mengenali produk yang dihasilkan, mengumpulkan informasi mengenai usaha yang dijalankan, serta meminta persetujuan agar produk mereka dapat dimasukkan ke dalam katalog. Pendekatan ini dilakukan agar informasi yang disajikan dalam katalog sesuai dengan kondisi di lapangan dan mendapat persetujuan dari setiap mitra yang terlibat.
Melalui proses pendataan tersebut, Kelompok 23 berhasil menghimpun tujuh komoditas unggulan Desa Kidangbang yang berasal dari empat sektor utama, yaitu Pertanian dan Hortikultura, Perkebunan dan Lanskap, Industri Kreatif dan Mebel, serta Kuliner Tradisional. Produk yang didokumentasikan meliputi komoditas jagung dan cabai, tebu, budidaya rumput taman, kerajinan anyaman bambu, furnitur dan kusen, hingga produk kuliner tradisional. Seluruh informasi tersebut kemudian disusun ke dalam Katalog Komoditas Desa Kidangbang yang dilengkapi dokumentasi hasil observasi lapangan.
Selain dalam bentuk fisik, Kelompok 23 juga mengembangkan katalog dalam bentuk digital untuk memperluas jangkauan promosi. Pengembangan katalog digital dilakukan melalui kolaborasi dengan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) iKidangbang, sehingga katalog dapat dipublikasikan pada website Desa Kidangbang dan diakses oleh masyarakat secara lebih luas. Melalui kerja sama tersebut, website desa tidak hanya berfungsi sebagai media informasi pemerintahan, tetapi juga menjadi sarana promosi produk unggulan masyarakat.
Keberadaan katalog digital memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pihak luar desa untuk memperoleh informasi mengenai hasil produksi masyarakat Desa Kidangbang. Publikasi katalog melalui website desa diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi sekaligus memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan komoditas unggulan Desa Kidangbang. Dengan demikian, keberadaan katalog digital ini tidak hanya menjadi hasil nyata dari pelaksanaan program KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh pemerintah desa sebagai media promosi yang berkelanjutan.
Sebagai penutup rangkaian program, pada 27 Juli 2026 Kelompok 23 melaksanakan penyerahan Katalog Komoditas Desa Kidangbang kepada Pemerintah Desa Kidangbang serta para petani dan pengrajin yang telah berpartisipasi dalam program. Penyerahan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran katalog fisik dan katalog digital yang telah dipublikasikan melalui website iKidangbang. “Kami berharap katalog ini dapat menjadi media promosi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan terus dikembangkan,” ujar Sekretaris Desa Kidangbang, Bapak Lukman.
Melalui Program kerja PESONA, Kelompok 23 KKN FISIP Bakti Desa (FBD) Universitas Brawijaya berupaya menggabungkan proses observasi, pendataan, dokumentasi, penyusunan katalog, hingga publikasi digital dalam satu rangkaian kegiatan. Kehadiran katalog fisik dan digital diharapkan dapat memperluas akses informasi mengenai komoditas unggulan desa sekaligus mendukung promosi hasil produksi masyarakat Desa Kidangbang secara berkelanjutan.
