Konten dari Pengguna

FISIP Bakti Desa UB Kenalkan Literasi Digital kepada Anak SD di Desa Kidangbang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari CANTIKA ALYA FITRI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siswa kelas VI SDN 1 Kidangbang mengikuti rangkaian Program KIDS yang dikemas melalui drama edukatif, kuis interaktif, dan Deklarasi Internet Sehat. (Image: Dokumentasi KKN FISIP UB Kelompok 23)
zoom-in-whitePerbesar
Siswa kelas VI SDN 1 Kidangbang mengikuti rangkaian Program KIDS yang dikemas melalui drama edukatif, kuis interaktif, dan Deklarasi Internet Sehat. (Image: Dokumentasi KKN FISIP UB Kelompok 23)

MALANG – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan gawai kini tidak lagi menjadi hal asing bagi anak-anak sekolah dasar. Namun, kemudahan mengakses internet juga membawa tantangan baru, mulai dari kecanduan game daring, paparan konten yang tidak sesuai usia, hingga rendahnya pemahaman mengenai keamanan digital. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN FISIP Bakti Desa (FBD) Universitas Brawijaya Kelompok 23 yang melaksanakan edukasi literasi digital bagi siswa SD Negeri 1 Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Kegiatan bertajuk Kidangbang Internet Digital Smart (KIDS) ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Rabu (15/7/2026) bagi siswa kelas VI dan Kamis (16/7/2026) bagi siswa kelas V. Pemilihan sasaran tersebut didasarkan pada hasil observasi mahasiswa yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki akses terhadap gawai dan internet, tetapi masih menggunakan teknologi tersebut lebih banyak untuk hiburan daripada sebagai sarana belajar.

Berbeda dengan penyuluhan pada umumnya, mahasiswa menghadirkan materi melalui drama edukatif berjudul "Misi Penyelamatan Bone dan Inka". Cerita tersebut mengangkat situasi yang dekat dengan kehidupan anak-anak, seperti kecanduan bermain game, membagikan informasi pribadi di internet, hingga pentingnya bersikap sopan saat berinteraksi di media digital. Pendekatan ini dipilih agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan tidak terasa menggurui.

Setelah menyaksikan drama, para siswa mengikuti sesi diskusi, permainan edukatif, dan kuis interaktif yang menguji pemahaman mereka mengenai etika berinternet, keamanan data pribadi, serta cara memanfaatkan internet untuk kegiatan yang lebih positif. Antusiasme peserta terlihat dari keberanian mereka menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman menggunakan gawai, hingga memberikan contoh perilaku yang aman saat beraktivitas di dunia digital.

Sebagai penutup, seluruh siswa mengikuti Deklarasi Internet Sehat dengan menempelkan handprint pada media deklarasi sebagai simbol komitmen untuk menggunakan internet secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Deklarasi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki peran dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat, dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi handprint menjadi penutup rangkaian Program KIDS sebagai bentuk komitmen siswa SDN 1 Kidangbang untuk menerapkan penggunaan internet yang sehat dan bijak. (Image: Dokumentasi KKN FISIP UB Kelompok 23)

Melalui Program KIDS, mahasiswa KKN FISIP Bakti Desa Universitas Brawijaya berharap literasi digital dapat dikenalkan sejak usia sekolah dasar sehingga anak-anak mampu memanfaatkan teknologi sebagai media belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kompetensi literasi digital bagi generasi muda di Desa Kidangbang.