Konten dari Pengguna

Waspada, Bahaya Kutu Rambut

CANTIKA AZOLA PRAMESTIE 2021

CANTIKA AZOLA PRAMESTIE 2021

Mahasiswi Fakultas kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari CANTIKA AZOLA PRAMESTIE 2021 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gatal pada rambut (sumber: Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gatal pada rambut (sumber: Freepik)

Sudah tidak asing lagi tentang kutu rambut, banyak orang yang mengalami gatal dirambut yang sangat mengganggu aktivitas karena kutu pada rambut. Banyak juga ibu-ibu yang mengeluhkan anak-anaknya ada kutu pada rambut sehingga mengganggu aktivitas belajar pada anak-anak tentunya itu sangat membuat khawatir dalam proses belajar untuk sang anak. Sebenarnya apa itu kutu rambut?

Kutu rambut atau Pediculus humanus adalah kutu kepala tidak bersayap, pipih secara dorsoventral, dan memanjang. Berukuran panjang 1-2 mm, memiliki tiga pasang kaki yang disesuaikan dengan rambut untuk mencengkeram dan mulut penghisap kecil di bagian depan untuk mendapatkan makanan berupa darah.

Dalam buku “Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin”, menunjukkan bahwa gejala awal yang dominan hanya rasa gatal, kemudian karena garukan, terjadi erosi ekskoriasi dan infeksi sekunder. Pedikulosis juga dapat menyebabkan iritabilitas, kesulitan tidur, dan tekanan psikologis. Dalam setiap beberapa jam, kutu kepala menghisap sedikit darah dari kulit kepala inang dengan memasukkan sedikit air liur ke inang. Karena infestasi berlebihan dan seringnya makan darah inang dapat menyebabkan defisiensi zat besi dan mengakibatkan anemia, miasis, plica, polonika dan reaksi alergi seperti sumbatan hidung, rinorea.

Banyak faktor risiko yang dapat mengakibatkan seseorang mempunyai kutu pada rambutnya diantaranya sebagai berikut:

  1. Frekuensi cuci rambut

Kualitas mencuci rambut dapat memengaruhi infestasi pedikulosis kapitis, pada orang yang sering mencuci rambut setiap hari membuat kulit kepala menjadi bersih, hal itu memungkinkan kutu mendapatkan suplai makanan yang optimal, dan seringnya mencuci rambut pada penderita pedikulosis kapitis akan membuat kondisi kulit kepala menjadi lembab dan kondisi itu sangat menguntungkan bagi telur kutu untuk perkembanganya, sehingga orang yang rajin mencuci rambutnya setiap hari juga bisa mendapatkan pedikulosis kapitis.

  1. Penggunaan barang bersama

Pedikulosis kapitis dapat menular melalui perantara benda mati yang dipakai penderita. Oleh karena itu, pemakaian barang yang sama seperti sisir atau aksesoris rambut dengan penderita dapat meningkatkan prevalensi pedikulosis kapitis.

  1. Penggunaan tempat tidur bersama

Kebiasaan tidur bersama mempengaruhi prevalensi. Hal ini dikarenakan penularan yang mudah ketika tidur bersama yaitu kontak kepala yang intens terutama bila tidur dengan penderita dengan penggunaan bantal yang sama.

  1. Panjang rambut seseorang

Pediculus humanus capitis lebih menyukai rambut panjang karena rambut panjang lebih hangat dan lembab sehingga Pediculus humanus capitis mudah untuk berkembang biak. Tekstur rambut yang lembut lebih disukai oleh Pediculus humanus capitis dari pada yang keras. Penelitian yang dilakukan pada orang kulit hitam lebih rendah dibandingkan orang kulit putih. Orang kulit hitam memiliki rambut keriting dengan tekstur yang lebih keras, berbeda dengan orang kulit putih yang memiliki rambut lurus dan ikal dengan tekstur rambut yang lebih halus, sehingga infestasi Pediculus humanus capitis lebih tinggi pada orang dengan kulit putih dengan tekstur rambut yang lebih halus.

Cara pencegahan kutu rambut

Strategi pencegahan untuk kutu rambut mencakup kombinasi sanitasi lingkungan dan yang lebih penting menghilangkan semua sumber pembawa kutu rambut di rumah tangga, apartemen, kompleks perumahan, tempat penampungan tunawisma, ruang kelas, dan sekolah. Beberapa intervensi pencegahan yang umum yaitu:

1. Menghindari kontak dengan barang yang berpotensi terkontaminasi, seperti topi, pakaian, handuk, sisir, sikat, selimut, dan kain pelapis;

2. Merendam semua sisir dan sikat dalam alkohol isopropil atau larutan Lysol 2%;

3. Membersihkan lingkungan rumah tangga dengan mencuci dan mengeringkan semua alas tidur, pakaian, dan penutup kepala; dan

4. Memeriksa anak-anak sekolah yang berisiko tinggi terhadap kutu rambut yang aktif, telur kutu yang hidup, dan nimfa.

Diatas tadi beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang dapat terkena kutu rambut. Memang tidak enak merasa gatal sepanjang hari disebabkan karena kutu rambut yang sangat mengganggu aktivitas jadi menurut saya apabila Anda mempunyai kutu rambut segeralah untuk diobati dengan menggunakan peditox atau Anda rajinlah menyisir dengan sisir khusus sisir kutu.