Review Novel Gadis Garut

Mahasiswa Universitas Pamulang, Sastra Indonesia, yang juga merupakan penulis 1 buku Non Fiksi dan 7 Antologi.
Tulisan dari Caripah Iput tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal Sejarah Ilmu Pengetahuan Dunia melalui Novel Gadis Garut Abad XX


Buku Gadis Garut karya Sayid Ahmad Abdullah Assegaf merupakan terjemahan dari dua jilid buku bahasa Arab berjudul Fatat Garut yang dimana jilid pertama dicetak di Solo dan jilid kedua di Jakarta, serta keduanya diterbitkan pada tahun 1929. Buku jenis roman ini diterjemahkan oleh Ali Bin Yahya yang mengisahkan tentang kisah cinta Neng dan Abdullah yang penuh lika-liku. Kisah dalam buku ini mengambil latar masa penjajahan Belanda di Indonesia, tepatnya awal abad XX dan sebagian besar ceritanya terjadi di Garut.
Buku ini sangat apik dan menarik karena di dalamnya, selain mengisahkan kisah cinta yang penuh perjuangan, juga keteladanan para tokohnya, dan keindahan kota Garut, serta yang paling menarik yaitu mengenai budaya Eropa dan budaya Arab yang menjadi latar belakang budaya para tokohnya. Dari buku ini pembaca dapat banyak belajar dari segi agama bahkan mengenai sejarah pengetahuan dunia.
Sebelum ke pembahasan, maka alangkah baiknya kita kenali dulu penulisnya. Sayid Ahmad bin Abdullah Assegaf yang dilahirkan di kota Syihr, Yaman, pada tanggal 29 Dzulhijjah 1889 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 1882 Masehi, merupakan seorang ulama terkemuka dalam ilmu fiqih. Sejak remaja hingga wafat, ia dikenal gemar mengadakan perjalanan ke berbagai negeri untuk menemui ulama untuk mentelaah keadaan negeri yang dikunjunginya. Itu sebabnya buku ini pun ditulis sangat apik dengan mencantumkan budaya Arab serta sejarah pengetahuan dunia.
Yang akan dibahas disini pun tidak lain dan tidak bukan adalah mengenai sejarah pengetahuan dunia, dimana awal mulanya di bab 5 Diam Itu Emas dari hal. 52 terjadi situasi yang mengkaitkan orang Arab dengan orang Eropa. Tokoh Van Ridijk yang merupakan orang Eropa mengatakan hal-hal buruk mengenai orang Arab dengan penuh kebencian, salah satunya yaitu, "Apakah orang-orang Arab yang kalian agung-agungkan itu...?! Ataukah kami orang-orang Eropa...?!" (Hal. 53) Dari perkataan Van Ridijk itulah tokoh Neng yang merupakan kelahiran Tanah Arab mulai kesal dan dengan berbekal pengetahuan, ia pun menjelaskan mengenai sejarah orang-orang Arab. Inilah awal mulanya sejarah pengetahuan dunia dibahas secara mendetail.
Dalam buku itu tertulis, "Saya juga tidak menyangka bahwa Tuan mengingkari bahwa mereka adalah guru orang-orang Barat dalam berbagai ilmu dan industri." (Hal. 58) Serta yang lainnya yaitu, "bahwa orang-orang Arab adalah guru orang-orang Barat dalam berbagai ilmu". (Hal. 64) Dari beberapa kutipan tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa sejarah pengetahuan dunia itu dimulai oleh orang-orang Arab, ini bukan hanya mengenai argumen, melainkan banyak hal yang dijadikan bukti nyata.
Orang arab berperan penting dalam sejarah pengetahuan dunia, karena ilmu-ilmu yang diambil oleh orang-orang Eropa dari orang-orang Arab itu sangatlah banyak, seperti; filsafat, ilmu astronomi, ilmu alam, ilmu matematik, ilmu optik, ilmu kedokteran, ilmu obat-obatan, ilmu geografi, ilmu pertanian, ilmu firasat, aljabar, dan lainnya. Lagi-lagi ini bukanlah argumen, melainkan penulis menyertakan bukti nyata, yaitu;
Dalam buku Sejarah Ilmu Matematika dikatakan, "Tidak ada seorang pun ilmuwan matematika di Eropa melainkan ilmunya berasal dari orang Arab sejak berabad-abad." Roger Bacon, Fenelon, Scoth, Morley, dan Pendeta Abelard yang merupakan ilmuwan matematika. Kemudian Arnold Vellanova yang merupakan ilmuwan astronomi, alam, dan kedokteran. Ada pula Leonard Albizi yang belajar ilmu hitung dan aljabar. Serta Gerard De Cremona yang belajar ilmu astronomi, kedokteran, dan filsafat. Para ilmuwan tersebut berasal dari Barat yang menuntut ilmu pengetahuan pada orang Arab. Itu sebagai bukti nyata bahwa orang Arab merupakan sejarah pengetahuan dunia.
Selain itu, ada bukti nyata lainnya, yaitu teropong bintang yang pertama didirikan di Eropa ternyata dibuat oleh orang Arab di Seville dan bola dunia yang pertama dikenal dalam sejarah ternyata dibuat oleh Asy-Syarif Al-Idrisy Muhammad As-Shaqaly pada tahun 1153 yang terbuat dari perak dengan berat 144 uqiyah. Dan, Sekolah Kedokteran yang pertama didirikan dengan aturan pemerintah di benua Eropa ternyata didirikan oleh orang Arab di Salerno, Italia. Serta bandul jam, kompas, lonceng, dan jam yang menunjukkan tergelincirnya matahari ternyata merupakan temuan orang Arab. Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa benar nyatanya sejarah pengetahuan dunia itu ada karena adanya orang Arab.
Selain ilmu pengetahuan yang dijelaskan di atas, ada yang termasuk dalam ilmu kimia, seperti pembakaran, penyerapan, penguapan, pengkristalan, dan pencarian, yang ternyata ilmu tersebut juga pertama-tama dijelaskan oleh orang Arab. Bukan hanya itu saja, melainkan ternyata banyak sekali bahasa Eropa atau yang sering kita kenal dengan bahasa Inggris merupakan hasil perubahan dari bahasa Arab, seperti; ruz menjadi rice, sukar menjadi sugar, za'faron menjadi saffron, serta quthn menjadi catton. Dari sini kita bisa belajar dam memahami mengenai sejarah pengetahuan dunia, dan bisa mengambil banyak pelajaran dari orang Arab.
Namun, bagi kalian yang masih meragukan kebenaran ini, kalian bisa mencoba mencari buku-buku yang bisa membuktikan kebenaran, yaitu sebagai berikut;
1. Mengenai faedah-faedah ilmiah, kedokteran, kimia, dan lainnya terdapat pada buku sebagai berikut;
Dr. Gustave Le Bon - La Civilisation des arabes par le (Paris - 1884)
S. P. Scott - History of the Moorish Empire in Europe 3 vol (London - 1904)
Die Ubersetzungen arabisccher Werke in das Lateinische von Wustenfeld (Gottingen - 1871)
2. Mengenai sejarah filsafat dan filosofi dari Arab terdapat pada buku sebagai berikut;
Boer - The History of Philosophy in Islam (London -1903)
Dietrici - die Philosophie der Araber in x Jahrhunderi n. Chr (Leipzig - 1897)
Dugat - Histoire des Philosophes et des theologiens muselmans (Paris - 1878)
Leclerc - Histoire de la medicine arabe 2 vol (Paris - 1876)
Buku-buku tersebut bisa pembaca cari di google dengan link https://amazon.com dan khusus buku Boer - The History of Philosophy in Islam (London -1903) ada di toko online Shoppe.
Buku Gadis Garut ini benar-benar membahas banyak hal secara mendetail itu sebabnya saya berani merekomendasikan buku ini pada para pembaca. Karena buku ini sangat wajib dibaca. Sekian ulasan saya mengenai sejarah pengetahuan dunia dari novel Gadis Garut karya Sayid Ahmad Abdullah Assegaf, semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca, dan selamat menyelami kisah Neng dan Abdullah.
