Rahasia Mengapa Mesin Bus AKAP Tidak Dimatikan saat Berhenti di Rest Area

Mengangkat cerita, bukan sekadar fakta.
Tulisan dari Carissa Rahma Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Purbalingga - Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) biasanya memiliki rute atau trayek yang cukup jauh dalam sekali perjalanan. Karena menempuh perjalanan jauh, biasanya bus AKAP akan berhenti untuk beristirahat di berbagai tempat seperti rest area.
Pernahkah kamu menyadari jika mesin bus jarang dimatikan saat berhenti di rest area dengan waktu yang cukup lama? Mungkin moment ini bisa kamu temui saat mudik lebaran ataupun berpergian naik kendaraan tersebut.
Mesin bus memang tidak pernah atau jarang dimatikan saat berhenti di rest area. Menurut para teknikal dan supir bus, hal tersebut dikarenakan saat ini mesin diesel bus sudah menggunakan turbo yang pada saat putaran mesin masih tinggi dapat merusak sistem pelumasan apabila langsung mematikan mesinnya, terutama bisa 'rontok' di bagian komponen turbo dieselnya.
Selain karena alasan tersebut, mesin bus tidak dimatikan saat berhenti dikarenakan demi kenyamanan penumpang. Pertama karena tidak semua penumpang turun, dan AC harus dalam keadaan hidup. Karena tenaga penggerak sistem AC berasal dari mesin. Kedua, jika mesin dimatikan lalu dihidupkan kembali butuh proses untuk mendinginkan kabin sekitar 15-30 menit.
Dari penjelasan tersebut bukan berarti sopir bus tidak akan mematikan mesin busnya saat berhenti. Setiap PO Bus AKAP pasti memiliki standar operasional prosedur (SOP) masing-masing terkait mematikan atau mesin saat di rest area.
Jadi, itulah alasan kepada sopir bus sangat jarang mematikan mesin saat berhenti.
