Jenius! Atasi Rambut Rontok, Mahasiswa UNDIP Sulap Bawang Merah menjadi Hair Oil

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro
Tulisan dari Carolina Wida Pertiwi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wanasari, Brebes (13/01). Sebagai seorang mahasiswa, pengabdian masyarakat merupakan salah satu ajang penerapan ilmu yang didapatkan dari perguruan tinggi. Terdiri dari berbagai disiplin ilmu mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I UNDIP 2023 di Desa Wanasari, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Dilepaskan oleh Rektor Universitas Diponegoro, kegiatan kuliah kerja nyata yang terlaksana sejak Januari ini memiliki fokus dalam pengaplikasian Sustainable Development Goals (SDGs) di tengah masyarakat. Salah satu tujuan yang diangkat dalam SDGs adalah industri, inovasi, dan infrastruktur. Dalam aspek inovasi, Carolina Wida Pertiwi, mahasiswa KKN Tim I UNDIP dari jurusan Teknik Kimia menyoroti fenomena kurangnya pemanfaatan bawang merah sebagai hasil tani.

Desa Wanasari, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes terkenal dengan pertanian bawang merah dengan kualitas hasil tani yang tinggi. Bawang merah yang sudah dipanen, selanjutnya akan disortir oleh petani berdasarkan kualitasnya. Bawang dengan ukuran yang besar dan bentuk yang baik akan dijual dengan harga yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Bawang merah dengan kualitas buruk sebagian besar dimanfaatkan untuk penggunaan pribadi ataupun dibuang begitu saja. Proses sortir dilakukan setiap beberapa hari, sehingga seiring bertambahnya waktu akan semakin banyak bawang merah yang terbuang. Hal ini dikarenakan kualitas bawang merah akan semakin menurun dan menjadi busuk bila tidak segera diolah. Melihat fenomena tersebut, muncul inovasi dari Carolina untuk memanfaatkan bawang merah kualitas buruk menjadi minyak rambut dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi.
Proses pembuatan minyak rambut dari bawang merah tergolong cukup mudah karena terdiri dari tiga tahap pembuatan. Tahapan tersebut meliputi preparasi bahan baku, ekstraksi bawang merah, dan pemisahan ampas bawang merah dari minyak rambut. Untuk mengurangi aroma bawang merah, minyak aromaterapi dapat ditambahkan sehingga rambut menjadi lebih wangi setelah penggunaan minyak rambut.
Kandungan sulfur, flavonoid, serta vitamin pada bawang merah dipercaya mampu meningkatkan produksi kolagen yang membantu rambut tumbuh dan mengurangi masalah rambut rontok. Minyak rambut dari ekstrak bawang merah diharapkan mampu menjadi peluang usaha bagi masyarakat Desa Wanasari sebagai upaya meningkatkan perekonomian.
Penulis :
Carolina Wida Pertiwi
Dosen Pembimbing Lapangan :
Nikie Astorina Yunita Dewanti., S.KM., M.Kes
Danes Quirira Octavio, S.E. M.Sc.
Solikhin, S.Si., M.Si
