Konten dari Pengguna

3 Kunci Utama Keuangan dan Juga Tubuh Yang Sehat Ala Kelly Tandiono

Caroline Adenan

Caroline Adenan

I am a mother of two child, passionate in beauty and lifestyle

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Caroline Adenan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ki-Ka : Perwakilan Sun Life - Kelly Tandiono - Kania Annisa - Annisa Sagita
zoom-in-whitePerbesar
Ki-Ka : Perwakilan Sun Life - Kelly Tandiono - Kania Annisa - Annisa Sagita

Siapa yang tidak kenal model, actress, dan juga triathlon athelete, dia adalah Kelly Tandiono. Pasti semua mengenalnya. Memiliki tubuh yang indah, langsing tapi juga sehat, menurutnya ada harga yang harus dibayar, yaitu harus bisa menjaga ketat pola makan dan juga gaya hidup. Pekerjaannya sebagai model dan artis, walaupun bisa dibilang jumlahnya fantastis, tapi sama saja seperti pekerjaan seorang freelance, terkadang 1 bulan nominalnya besar, bulan depan bisa saja tidak ada pemasukan. Dengan demikian, ia punya cara tersendiri untuk mengelola keuangannya.

Sebenarnya bagaimana cara Kelly Tandiono menjaga kesehatan dan juga mengatur kondisi keuangannya itu, sebagai istri dan juga sebagai entrepreneur?

Hari Sabtu, 20 Juli 2019 lalu bertempat di Cerita Rasa, Cilandak Jakarta, saya menghadiri sebuah acara blogger gathering bersama Sun Life. Tema acaranya hari itu adalah Mom as The Guardian Of The Family. Setuju gak sih kalau ada quotes yang mengatakan, a mother is chief and guardian of everything? Kalau saya sih iya. Mau berhubungan soal gas habis di rumah? Uang belanja habis? Listrik belum dibayar? Anak rewel nangis seharian gak mau berhenti? Kita yang dicari oleh asisten rumah tangga kita ataupun suami kita di rumah. Mulai dari soal perintilan rumah tangga sampai masalah keuangan, pasti kita yang handle. Karena memang ujung tombak dari sebuah keluarga adalah dari kemampuan seorang ibu untuk mengelola keuangan.

Di acara tersebut ada 3 nara sumber yang dihadirkan. Pertama adalah Annisa Sagita atau Nengnisye, seorang Independent Financial Advisor Aidil AKbar Madjid dan Associates. Lalu yang kedua yaitu Kelly Tandiono, seorang model dan juga brand ambassador dari Sun Life. Dan ketiga adalah Kania Annisa Anggiani atau @kekekania seorang mompreneur.

Mba Annisa menjelaskan tentang Family Financial Planning, yaitu perencanaan keuangan untuk keluarga. Sebelum ia melanjutkan, ia sempat melemparkan pertanyaan kepada audience pada awal sharingnya, apakah kami semua dalam kondisi sehat? Serentak kami semua menjawab, ya. Jika ya, apakah juga memiliki keuangan yang sehat juga? Mendadak satu ruangan sunyi senyap, tidak bisa menjawab apakah keuangannya bisa dikategorikan sehat. Sayapun termasuk orang yang didalamnya, tidak yakin menjawab, bahwa keuangan saya baik-baik saja.

Annisa Sagita, Financial Planner Aidil Akbar Madjid and Associates

Menurut data survey, angka perceraian di Indonesia mencapai 15-20%. Dan 4 alasan terbesarnya adalah karena faktor ekonomi. Satu sama lain tidak ada keterbukaan, akhirnya lama-lama kondisi keuangan tidak sehat, menjadi pemicu masalah dalam rumah tangga.

Jaman dulu dengan jaman sekarang pastinya berbeda ya tentang pola pemikiran dan cara perencanaan keuangannya. Karena kondisi juga berbeda. Tapi satu hal yang tidak berubah dari jaman dulu sampai sekarang adalah bahwa perempuan sebagai menteri keuangan rumah tangga.

Tentang Perencanaan Keuangan Keluarga

Lalu apa saja sih yang menjadi concern kita dalam mengatur keuangan? Yaitu ada 3 hal yang harus diperhatikan; saat ini, masa depan dan perlindungan.

Saat ini yaitu pemasukan dan pengeluaran (cashflow), cicilan (manajemen utang), aset yang dimiliki, dan kekayaan bersih. Masa depan meliputi sekolah si adik dan kaka, rencana travelling keluarga, calon adik baru, beli rumah, beli kendaraan dan juga pensiun. Perlindungan meliputi tabungan darurat dan asuransi. Pastinya semua orang memiliki keinginan dan tujuan yang kurang lebih sama, yang berbeda masalah waktunya saja.

Langkah Untuk Merencakan Keuangan Keluarga

Lalu, bagaimana sih stepnya supaya semua tujuannya tercapai?

  1. Financial Check Up

Langkah pertama adalah pastikan keuangan kita sehat atau mengetahui masalah keuangan dan bagaimana cara mengatasinya. Tips sederhananya, yang bisa kita lakukan adalah buat listing pengeluaran harian secara detail dalam sebuah catatan khusus, catatan ini bisa kita catat di smartphone atau di sebuah buku. Yang mana saja, senyaman kita saja. Lalu di akhir bulan, buatlah journal pembukuan (istilahnya kalau dalam accounting adalah tutup buku). Nanti kita bisa check, antara pemasukan dan pengeluaran, apakah balance, atau tidak?

Bagaimana sih menentukan keuangan sehat atau tidak?

Keuangan dikategorikan sehat jika aset dikurangi hutang jumlahnya positif. Lalu pemasukan lebih besar daripada pengeluaran. Lalu memiliki minimal 3x pengeluaran bulanan di tabungan (tabungan yang tidak diutak-atik). Maksimal cicilan bulanan adalah 30% dari pemasukan. Dan memiliki minimal asuransi kesehatan untuk seluruh keluarga.

  1. Menentukan Tujuan

Apa yang dicta-citakan dalam keluarga? Apa yang ingin diraih bersama?

  1. Mempelajari Bagaimana Caranya

Membahas strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

  1. Action

Setelah merencanakan dan menentukan tujuan keuangan keluarga, selanjutnya yang dilakukan adalah call to action, yaitu dengan membuka rekening tabungan, buat janji dengan agen asuransi.

Bagaimana Manajemen Keuangan Rumah Tangga Untuk Saat ini?

Yang paling utama adalah kita harus tahu berapa rupiah yang keluar atau masuk ke rekening kita. Saya pribadi sih punya catatan keuangan keluarga sendiri. Lalu buat laporan dan catat sekecil apapun pengeluarannya. Nanti di akhir bulan, saat tutup buku, sebelum gajian, kita evaluasi lagi keuangan kita di bulan itu. Nanti bisa terlihat kita borosnya dimana.

Komposisi yang tepat itu : Biaya Hidup 40%, Cicilan maksimal 30%, Tabungan Darurat 10% dan Masa Depan 20%.

Ada 3 tipe suami menurut karakter masing-masing rumah tangga, yaitu :

  1. Suami transfer seluruh pemasukan

  2. Suami transfer sebagian pemasukan

  3. Keuangan terpisah bagi tugas

Biasanya yang tipe seperti ini, suami mengurus bagian A, lalu istri mengurus bagian B.

Kalau dari ketiga tipe suami diatas, suami saya termasuk tipe yang nomor 1, dia tipe yang transfer seutuhnya pemasukan ke rekening saya, jadi nanti saya yang mengatur semua keuangannya. Pembagian jatah semua saya yang lakukan. Menurut mba Annisa, untuk tipe yang nomor 1 ini, perlu waspada, disini dituntut untuk kepiawaian istri dalam memanage keuangan rumah tangga.

Bagaimana Tentang Dana Darurat?

Dana darurat itu adlaah tabungan atau uang yang menganggurm yang tidak diutak atik dan alokasinya terpisah dari uang sehari-hari, yang digunakan untuk kebutuhan darurat saja.

Macam-macam hutang

Hutang itu terbagi menjadi 2 macam, yaitu utang produktif dan utang konsumtif.

Utang produktif adalah nilai barang yang dibeli dengan utang ini meningkat seiring dengan waktu. Atau barang yang dibeli dengan utang ini, bisa mendatangkan penghasilkan yang lebih besar dari nilai cicilannya per bulan. Contohnya cicilan rumah, kita sewakan atau jual beberapa tahun kemudian, nilainya bisa meningkat.

Utang konsumtif adalah nilai barang yang dibeli dengan utang ini menurun seiring dengan waktu. Contohnya barang-barang elektronik, aksesoris, baju, dan sebagainya.

Khusus untuk kasus bila kita mencicil mobil, bisa menjadi utang produktif atau juga utang konsumtif. Utang produktif bila mobilnya dipakai untuk menambah penghasilan seperti taksi online. Utang konsumtif bila mobilnya dipakai untuk sehari-hari.

Perlindungan

Perlindungan terhadap aset yang dimiliki itu memang sangat penting, seperti contohnya rumah, atau juga kendaraan. Tapi bagaimana dengan perlindungan diri, apakah sudah terlindungi terutama yang pencari nafkah?

Salah satu upayanya adalah melalui asuransi, karena asuransi sangat penting keberadaannya untuk leindungi keluarga dari resiko yang berdampak finansial. Minimal seluruh anggota keluarga butuh asuransi kesehatan.

Dalam kasus saya, atau mungkin beberapa orang, kalau kesehatannya sudah dicover oleh perusahaan suami, perlukah kita membuka asuransi kesehatan lagi? Jawaban mba Annisa adalah, tidak perlu. Tapi kemudian dilihat lagi, apakah kesehatan kita sudah cukup mengcover semuanya? Jika ya, alternatifnya kita bisa buka asuransi kesehatan nanti sebelum tertanggung (pencari nafkah) resign dari perusahaan. Jadi intinya kita memiliki back up asuransi kesehatan sebelum resign.

4 Pilar Porsi Keuangan Keluarga

Simplenya seperti ini, yaiitu sekolah anak, liburan keluarga, beli rumah/kendaraan dan pensiun. Pada dasarnya keempat hal itu yang harus kita alokasikan sedini mungkin karena menempati porsi yang paling besar.

Bagaimana Cara Berinvestasi?

Rata-rata sebanyak 72% perempuan merasa pede soal mengatur cashflow, sedangkan 28% nya yang merasa bisa memilih produk investasi tanpa bantuan oranglain.

Lau bagaimana sih caranya berinvestasi?

  1. Kenali profile diri sendiri

  1. Memilih produk berdasarkan kebutuhan diri dan keluarga.

  2. Action

Penting Untuk Kamu Ketahui!

Bahwa jangan berasumsi pasangan mengerti apa yang kita mengerti. Jangan senang dulu kalau ada pasangan yang menyerahkan sepenuhnya pada kita dan 'tau beres'. Karena kunci dari sebuah rumah tangga yang sehat itu adalah komunikasi dan diskusi dengan pasangan.

Kapan waktunya berdiskusi dengan pasangan?

Kalau dari saya pribadi, karena suami bekerja dari senin sampai jumat pergi jam 8 pagi bersamaan dengan anak berangkat sekolah, dan pulang sampai rumah jam 8 malam, saya sibuk mengurus keluarga, bekerja dan beres-beres rumah. So, saya dan suami selalu menyempatkan diri diskusi di sela-sela waktu kami, misalnya di hari kerja di pagi hari sebelum anak-anak bangun, saat makan pagi, atau di malam hari setelah selesai urusan pekerjaan rumah, dan anak-anak sudah tidur. Itu kalau yang sifatnya private. Tapi kalau seandainya topiknya tidak terlalu private, kami membahasnya anytime saat weekend karena sabtu-minggu kami beraktivitas bersama selama 24 jam. Biasanya sambil quality time bersama anak, kita membahas bersama. Yang pasti apapun masalahnya, saya dan suami sedapat mungkin dibicarakan bersama.

Karena kuncinya hanya satu, keterbukaan. Semua yang berhubungan dengan pekerjaan saya, berapapun penghasilan saya, saya selalu terbuka dengan suami. Begitu juga dengan suami, berapapun penghasilannya, dia selalu open dengan saya. Jadi ketika kami ingin merencanakan sesuatu, misalnya dana travelling atau mau buka asuransi, kami jadi tahu berapa budget yang kami punya. Jadi merasa nyaman.

Hidup Sehat ala Kelly Tandiono

Setelah pembahasan dari mba Annisa, sekarang masuk ke sharing session bersama Kelly Tandiono.

Kelly yang kita lihat selama ini adalah hasil perjuangan dia melawan gaya hidup saat ini. Kelly memilih menjalani pola hidup sehat karena berkaca dari almarhum kakeknya, meninggal di usia muda, masih 60 tahun karena sakit kanker dan diabetes. Penyakit itu disebabkan karena pola makan yang tidak sehat.

Kakeknya secara finansial sehat, tapi tidak secara kesehatan. Akhirnya ia punya uang yang banyak malah jadi tidak bisa menikmati hidupnya. Uangnya yang ia miliki jadi habis untuk membiayai rumah sakit.

Jadi dia merubah pola pikirnya, buat apa punya uang banyak tapi kalau tidak sehat? Ia ingin di usia tuanya nanti masih ingin melihat anak cucunya menikah dan tumbuh sehat.

3 kunci utama hidup sehat ala Kelly adalah kurangi gula, kurangi garam, dan tidak makan gorengan. Itu aja. Simple sih, tapi berat belum yang terbiasa.

Mengatur Keuangan Ala Kania Annisa sebagai Mompreneur

Sudah kenal siapa Kania Annisa atau yang akrab dipanggil Keke? Beliau adalah pemilik usaha dari Chic & Darling, yang awalnya usaha rumahan, sekarang ini usahanya sudah berbentuk perusahaan.

Keke juga bercerita awalnya ia adalah pekerja kantoran, tapi karena hamil bekerja dengan intensitas tinggi, akhirnya ia resign dan memilih menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

Berkutat dengan pengurusan anak tanpa dibantu dengan asisten rumah tangga, lama-lama ia juga jenuh dengan rutinitasnya. Lalu karena ia merasa ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya, akhirnya terbentuklah Chic & Darling ini.

Keke menerapkan gaya hidup #LiveHealthierLives nya adalah prinsipnya diri kita harus sehat, supaya kita bisa mengurus anak-anak dan suami.

Dalam hal keuangan, sebagai mompreneur, Keke selalu memisahkan antara uang bisnis dan pribadi. Ia pun sekarang sudah merasakan dapat penghasilan dari bisnisnya. Tips Keke adalah, setelah mendapat penghasilan, selalu mengalokasikan dulu 10% nya untuk investasi, baru setelah itu untuk keperluan lainnya.

Sun Life Sebagai Solusi Cerdas Keuangan

Disini mba Sherly Ge sebagai Chief Markering Officer Sun Life mengutarakan bahwa Sun Life bisa menjadi solusi cerdas masalah keuangan.

Saya setuju dari pendapat semua nara sumber bahwa seorang ibu memang harus sehat secara fisik supaya bisa mengatur keuangan keluarga. Ibu yang baik juga selalu tahu bagaimana cara menerapkan pola hidup sehat. Supaya sehat secara jasmani, tapi juga sehat secara finansial.

-CA-

Dokumen Pribadi