Currywurst sebagai Identitas Rakyat Jerman

Hello world! Im an undergraduate student at Universitas Indonesia.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Billy Billy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Negara Jerman terkenal akan ekonominya yang kuat. Namun, siapa sangka dibalik kekuatan ekonominya yang kuat, terdapat makanan yang pada akhirnya menjadi identitas di dalam setiap diri orang Jerman.
Makanan ini tentunya tidak bisa dilewatkan begitu saja ketika seseorang berkunjung ke negara Jerman. Nama makanan itu adalah currywurst. Yuk, mari kita lihat tentang bagaimana dan mengapa currywurst menjelma menjadi identitas dalam diri setiap orang Jerman dan mewakili bahasa Jerman itu sendiri.
Untuk dapat lebih memahami dan mengerti kecintaan orang Jerman terhadap currywurst, seseorang harus melihat kembali perjalanan sejarahnya. Terdapat berbagai macam isu perdebatan dan perselisihan mengenai asal mula penemuan makanan ini.
Sumber dari Museum Currywurst Jerman menempatkan penemuan makanan ini pada periode pasca Perang Dunia ke-2 dengan slogan di dinding museum berbunyi “kisah nyata dimulai di Berlin”.
Sejak 4 September 1949, seorang bernama Herta Heuwer menyajikan currywurst pertamanya di Berlin-Charlottenburg dan kemudian seiring berjalannya waktu menjadi alternatif makanan bagi penduduk yang tidak mampu membeli daging mahal.
Heuwer menawarkan pilihan untuk menikmati hidangan daging dengan harga yang terjangkau disertai dengan rasa yang unik sebagai bonusnya. Saat itu, currywurst pun dianggap dan dinilai sebagai “steak orang miskin”.
Currywurst sendiri tampaknya tidak akan ditemukan tanpa kehadiran tentara Inggris di Berlin setelah Perang Dunia ke-2. Pada periode pasca perang, tentara sekutu memperkenalkan makanan baru ke orang-orang Jerman, seperti tentara Inggris yang terbiasa memakan steak dengan saus tomat. Namun, mereka menyesuaikannya tidak dengan steak, melainkan sosis.
Para tentara, di satu sisi, membawa bubuk kari ke Jerman dan mencoba mencampuradukkan bahan untuk dimakan dengan sosis. Herta Heuwer melihat apa yang dilakukan tentara Inggris menarik dan beliau pun melakukan perdagangan atau semacam pertukaran dengan mereka untuk bahan utama pembuatan currywurst.
Satu wadah kecil bubuk kari dari tentara Inggris ditukar dengan minuman ber-alkohol oleh Heuwer. Tanpa disangka, beliau menemukan apa yang kelak akan mewakili bahasa Jerman yaitu currywurst. Serta jika diteliti lebih jauh, pengaruh Inggris seharusnya tidak begitu mengejutkan, karena kata curry yang merupakan setengah dari nama hidangan, berasal dari bahasa Inggris.
“Currywurst sangat demokratis. Miskin atau kaya menyukainya dengan cara yang sama, dan di stand, semua orang berkumpul," kata Breloh yang dilansir dari situs The Seattle Times.
Sampai hari ini, currywurst tertanam kuat dalam masing-masing warga Jerman dan juga merupakan bagian dari identitas Jerman. Ini ditandai secara pasti dengan perayaan setiap tahun tepatnya tanggal 4 September sebagai Hari Currywurst. Tercatat, festival terakhirnya digelar pada 4 September 2019 dan sekaligus menjadi perayaan 70 tahun Currywurst.
Currywurst yang dulunya hanya dianggap sebagai “steak orang jelata”, kini menjelma sebagai hidangan yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Hal ini juga yang membuat currywurst sebagai makanan kantin paling populer di Jerman (das beliebteste Kantinen-Essen in Deutschland) 28 kali berturut-turut. Berlin – tempat di mana currywurst pertama disajikan – dewasa ini bukan hanya sebagai rumah tetapi juga sebagai ibukota currywurst.
