Konten dari Pengguna

Kisruh Pengurus Mada Sulsel Ketua Laskar Merah Putih Diminta Turun Tangan

CEKO

CEKO

Doyan Meprovokasi

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari CEKO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisruh Pengurus Mada Sulsel Ketua Laskar Merah Putih Diminta Turun Tangan
zoom-in-whitePerbesar

Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah (Mada) Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah bermasalah. Ormas yang dipimpin Irwan Adnan itu dinilai melanggar aturan. Hal itu diungkapkan Panglima LMP MADA Sulsel, Taufik Hidayat.

Menurut Taufik, sebanyak 19 dari 20 markas cabang (mascab) melancarkan mosi tidak percaya. "Langkah tersebut diambil, karena Irwan Adnan dinilai telah menghilangkan marwah dan wibawa organisasi dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi," ungkapnya kepada awak media di Jakarta, Senin (15/5).

Mosi tidak percaya dari ke 19 mascab ini, lanjut dia, sudah disampaikan kepada ketua umum LMP di Jakarta beberapa waktu lalu. "Beliau menanggapi dengan positif serta akan menyelesaikan dualisme kepengurusan di LMP Mada Sulsel sebelum bulan Ramadhan ini," ujar Taufik.

Dia melanjutkan, pihaknya percaya Ketua Umum LMP bisa menyelesaikan persoalan tersebut sesuai mekanisme organisasi. Apalagi, lanjut Taufik, mosi tidak percaya ini sudah memenuhi quorum yakni 50 plus 1.

"inikan sudah legitimate dimana dari 20 mascab sekabupaten kota di Sulsel 19 mascab LPM bertanda tangan dan mendukung mosi tidak percaya ini. Artinya mereka sepakat bahwa LMP Masda Sulsel saat di bawah kepemimpinan Irwan Adnan tidak kredible dan sudah melenceng jauh dari marwah organisasi", tegas Taufik.

Dia mengingatkan bahwa pertemuan mada dan marcab LMP berlangsung di Hotel Denpasar beberapa waktu lalu, menghasilkan kesepakatan bersama. Yakni, mosi tidak percaya pada ketua mada LMP Sulsel dan merestui ditunjuknya pelaksana tugas (plt) ketua.

”Kalau istilah Makassarnya, salah reppe’ki. Makanya, pertemuan merekomendasikan untuk merumuskan kapan akan dilaksanakan pemilihan ulang. Karena dari 20 mascab yang ada, 19 di antaranya hadir dan sudah menyatakan sikap,” ujar Taufik.

Dia membeberkan, Irwan selalu mengambil keputusan sepihak. Bahkan, menurutnya, selama 3 tahun masa kepemimpinan Iwan LPM Mada Sulsel selalu berganti kepengurusan tanpa melalui mekanisme organisasi.

”Mosi tidak percaya ini sebagai bentuk perlawanan terhadap orang-orang yang ingin menguasai organisasi secara pribadi. saya dan teman-teman akan tetap berjuang untuk menjaga keutuhan dan marwah LMP di Sulsel yang sebelum kepemimpinan Irwan menjadi salah satu Ormas terbesar di Sulsel,” tegasnya.

Taufik mengakui bahwa pihak Irwan melakukan reaksi yang tidak sehat untuk melawan mosi tidak percaya ini. "Beberapa waktu lalu pihak Irwan konfrensi pers di Kafe Lili untuk melakukan perlawanan terhadap mosi tidak percaya. Irwan mengklaim bahwa yang hadir dikonferensi pers saat itu pengurus LMP Mada Sulses, padahal jelas dari foto itukan tetangga dan bawahan Irwan yang notabennya pegawai dinas di dinas yang dia pimpin. Irwan inikan Kepala dinas," tandas Taufik.