Konten dari Pengguna

Mau Beli Rumah Subsidi? Hindari Hal Berikut!

CekAja.com

CekAja.com

CekAja.com adalah situs marketplace produk finansial dan investasi yang juga menyediakan tips dan siasat mengatur keuangan Anda.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari CekAja.com tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mau Beli Rumah Subsidi? Hindari Hal Berikut!
zoom-in-whitePerbesar

Rumah, produk yang merupakan kebutuhan pokok bagi kelangsungan hidup manusia itu tidak pernah absen dari daftar buruan. Hampir setiap hari kita lihat ada saja orang yang menjual atau membeli rumah.

Segala daya upaya juga dilakukan oleh pemerintah agar setiap masyarakat bisa tinggal di rumah yang nyaman dan memenuhi standar layak rumah tinggal. Entah itu dengan membeli atau menyewa.

Untuk rumah tinggal yang bisa dibeli, pemerintah sudah memberikan insentif melalui rumah subsidi. Batasan harga jualnya pun sudah diatur sedemikian rupa dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Hal itu dimaksudkan agar pengembang yang berniat menjual rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak mematok harga dengan landasan yang tidak jelas.

Namun tetap saja, seiring dengan adanya inflasi, harga jual rumah subsidi juga mengalami kenaikan setiap tahunnya. Perlu strategi dan juga timing yang tepat agar kamu bisa membeli rumah subsidi dengan harga yang masih masuk akal.

Nah bagi kamu yang tengah mengincar rumah subsidi untuk dijadikan rumah tinggal, hindari beberapa sikap seperti dibawah ini. Apa saja sikapnya, yuk disimak!

Gak ngecek lokasi sekitar

Kalangan pengembang rumah subsidi biasanya menyasar pelosok dan pinggiran kota untuk memperoleh lahan yang lebih terjangkau. Jika harga sesuai dengan bujet, maka dipastikan harga yang ditetapkan pemerintah bisa disesuaikan dengan harga jual ke konsumen.

Namun, terkadang konsumen lupa atau kurang jeli mengecek lokasi sekitar yang ada di perumahan subsidi. Beberapa kasus yang biasa terjadi antara lain area sulit mendapatkan air, area yang mudah tertimpa banjir, area bekas kuburan, hingga area yang dinilai membahayakan atau rawan longsor.

Oleh karena itu, jika kamu ingin membeli rumah subsidi, ada baiknya kamu pastikan lokasi sekeliling apakah sudah dijamin aman dan nyaman atau belum. Jika belum maka kamu bisa meminta pengembang untuk membereskan persoalan-persoalan yang dikhawatirkan akan menimpa hal buruk di masa depan.

(Baca juga: Cara Hemat Listrik Rumah Tangga yang Tahun Depan Tarifnya Bakal Naik)

Malas ngecek bangunan rumah

Gak jarang para pengembang rumah subsidi benar-benar bertanggung jawab dengan membangun rumah sesuai spesifikasi yang dijanjikan dalam brosur. Pengerjaan yang asal-asalan selalu saja terjadi saat para konsumen telah menghuni rumah yang dibelinya. Maka gak heran setelah dihuni beberapa saat, konsumen memeroleh rumah bocor, cat kurang rapi hingga aliran air yang mampet dan sebagainya.

Baiknya, sebelum benar-benar dihuni, rumah yang kamu beli diperiksa secara detail mulai dari area depan, dalam, belakang, atas, bawah, kanan hingga kiri. Pastikan bangunan rumah yang kamu beli sesuai brosur atau yang ada dalam surat perjanjian. Jika ada yang belum, kamu berhak untuk menanyakannya kepada pengembang.

Gak peduli siapa pengembangnya

Konsumen rumah bersubsidi biasanya gak memikirkan siapa pengembang yang membangun perumahan. Asalkan harga murah, yowes rumah tak langsung beli ae. Ujung-ujungnya setelah rumah dibeli, segala ‘penyakit’ mulai berdatangan. Mulai kedengaran pengembang bermasalah, pengembang sering bikin kasus hingga pengembang punya utang besar dan selalu bermasalah dengan bank. Kalau sudah gini gak jadi deg-degan.

Oleh karena itu, sebelum membeli rumah, kamu sebaiknya kepoin rumah yang rencananya kamu beli. Biasanya banyak jejak digital di internet berupa proyek-proyek yang mereka bangun. Paling tidak, jika banyak nada miring di internet tentang pengembang tersebut, minimal kamu cek dan ricek atau mempertimbangkan kembali untuk membeli rumah di developer tersebut.

Cuek dengan detail rumah

Sebagian dari kamu mungkin akan gembira saat mampu membeli rumah dengan harga di bawah pasaran rumah komersial, meski dengan cara mencicil. Saking senengnya, kamu gak banyak mikir buat melangsungkan akad.

Namun, pas rumah siap dihuni, kamu baru sadar ternyata ada beberapa detail rumah yang kurang sreg. Misalnya, sumur pompa untuk dua orang dengan tetangga yang seharusnya dimiliki kamu seorang. Lainnya, misalnya soal kelistrikan yang seharusnya menggunakan token malah instalasi listrik konvensional atau bahkan sebaliknya.

Contoh keluhan tersebut hanya beberapa, biasanya banyak keluhan yang dirasakan ketika kamu beli rumah subsidi setelah rumah dihuni. Untuk itu, sebelum beli rumah, usahakan dulu untuk periksa atau cek secara detail rumah yang kamu beli.

(Baca juga: Ngapain Ngebet Beli Rumah Baru, Kalau yang Seken Lebih Nguntungin?)

Masih punya cicilan lain

Kesalahan lain yang biasa terjadi pada konsumen rumah subsidi adalah masih adanya utang atau cicilan yang belum dibayar. Misalnya, cicilan kartu kredit atau kendaraan. Jika kamu membeli rumah subsidi dengan cara mencicil, ini artinya kamu punya banyak cicilan dan tentu akan memberatkan kamu setiap bulannya.

So, sebelum membeli rumah, pastikan dulu bahwa kondisi finansial kamu benar-benar sehat. Setidaknya kamu sudah terbebas dari beragam cicilan yang membebani sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Jangan sampai, cicilan membengkak malah ‘membunuhmu’.

Buat kamu yang berencana membeli hunian, kamu bisa akses CekAja untuk mengetahui beragam produk kredit yang menarik khusus untuk KPR. Kuy cek!

embed from external kumparan