Konten dari Pengguna

Tonton Deretan Film Ini Kalau Anda Ingin Belajar Bisnis

CekAja.com

CekAja.com

CekAja.com adalah situs marketplace produk finansial dan investasi yang juga menyediakan tips dan siasat mengatur keuangan Anda.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari CekAja.com tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tonton Deretan Film Ini Kalau Anda Ingin Belajar Bisnis
zoom-in-whitePerbesar

Setiap orang pasti mendambakan hidup yang enak alias serba berkecukupan. Seringkali menjadi seorang pengusaha dijadikan pilihan untuk mewujudkan hal tersebut. Karena biasanya, jika hidup hanya mengandalkan gaji yang pas-pasan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja akan terasa sulit.

Nah, kalau Anda tertarik jadi pebisnis, Anda bisa menggali ilmu dari mana saja. Tak harus mengenyam Pendidikan formal, Anda bahkan bisa belajar dari film. Ya, ada film yang bisa mengajarimu banyak hal terkait trik dalam berbisnis, seperti 5 film berikut ini:

Joy

Film ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Joy yang bekerja sebagai cleaning service di sebuah kantor penerbangan. Joy diperankan oleh Jennifer Lawrence. Setelah tergores pecahan beling ketika memeras kain pel, ia seperti mendapat ide dan memutuskan untuk mendesain kain pel ajaib.

Singkat cerita, Joy berhasil mendesain lalu memproduksi kain pel ajaibnya. Namun, ia masih merasa kesulitan menjual kain pel buatannya. Ia pun sempat ditipu oleh pemasok kain pel, sampai-sampai tidak punya penghasilan sama sekali dan bangkrut. Film ini memperlihatkan perjuangan seorang pengusaha baru yang harus menghadapi segala tantangan dan pengorbanan.

(Baca juga: Ini 10 Film Indonesia Paling Laris! Kamu Sudah Nonton?)

The Greatest Showman

Jangan salah, film ini bukanlah film musikal biasa. Banyak pelajaran soal bisnis yang bisa diambil lewat film The Greatest Showman. Film ini pun mengajak Anda untuk memaknai kesuksesan lebih dari sekedar uang. Anda akan memahami pentingnya arti keluarga dan kasih sayang lewat film The Greatest Showman.

Film bercerita soal sosok Phineas Taylor Barnum, seorang karyawan yang mengalami pemecatan. Ia sempat menjalani usaha museum tetapi sepi pengunjung. Ia pun beralih profesi sebagai pendiri sirkus. Selanjutnya, Barnum harus menghadapi banyak tantangan.

The Intern

Film ini menceritakan sosok pensiunan berusia 70 tahun bernama Ben Whittaker. Pria itu bergabung dalam sebuah program magang untuk masyarakat lansia di sebuah e-commerce produk fesyen. Secara finansial, Ben sebenarnya tidak memiliki kesulitan. Ia hanya merasa kesepian, terlebih setelah istrinya meninggal dunia.

Di perusahaan tersebut, Ben dihadapkan dengan CEO yang cukup dominan dalam bekerja. Tak banyak orang yang tahu dibalik kesuksesan sang bos, ia harus berjuang pula menghadapi kemelut rumah tangganya.

The Intern mengajarkan bahwa kemauan untuk terus berkarir itu seharusnya tak memandang usia. Begitupun cara kerja seorang pengusaha dengan melakukan semua hal mulai dari menjawab keluhan pelanggan sampai membungkus barang dagangannya, semua ditunjukkan dalam film tersebut.

The Billionaire

Kamu pernah menikmati snack rumput laut ‘Tae Ko Noi’? Film ini berkisah mengenai pengusaha muda asal Thailand dalam membangun brand tersebut. Sang pengusaha sejak remaja sudah memiliki jiwa bisnis dengan berinvestasi lewat game online. Lalu memutuskan drop out saat kuliah untuk terjun sepenuhnya berbisnis.

Semua ia rintis dari mulai berjualan kacang goreng tetapi tidak berjalan lancar, sampai kemudian beralih pada ide cemilan rumput laut yang juga banyak rintangan untuk bisa meraih sukses seperti sekarang. Sang pengusaha adalah sosok yang tidak takut risiko dan selalu belajar dari kesalahan.

(Baca juga: Fakta-fakta Film Hollywood John Wick 3 yang Dibintangi Aktor Indonesia)

Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar

Kisah sukses motivator Merry Riana terjabar dalam film ini. Anda bisa melihat pahit dan manisnya kehidupan seorang perantau. Setelah lulus SMA, Merry harus mengungsi ke Singapura karena kondisi Indonesia yang kala itu sedang tidak stabil akibat krisis moneter tahun 1998.

Meski cita-cita untuk kuliah dan menjadi sukses terasa begitu jauh, Merry tidak lantas menyerah. Dengan bantuan sahabatnya Irene, ia berhasil diterima oleh Nanyang Technology University (NTU) melalui program pinjaman pendidikan.

Dengan persyaratan cukup ketat, ia harus membayar iuran sekaligus mempertahankan prestasinya agar bisa terus mengenyam bangku pendidikan di sana. Bersama Alva, kekasih yang kini merupakan suaminya, ia memutuskan untuk menjadi sales asuransi.

embed from external kumparan

Ikuti akun sosial media CekAja.com untuk mendapatkan berita dan tips keuangan terbaru yang kamu butuhkan:

Facebook CekAjaID

Twitter @CekAja

Instagram @cekajaid