Massa DIAmi Terlibat Kericuhan di PT TUN

Tulisan dari Celebes Online tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah melakukan orasi berjam jam, ratusan pendukung pasangan calon Walikota Moh Ramdhan Pomanto dan Indira Muliasari terlibat saling dorong dengan aparat Kepolisian, Kamis 5 April 2018.
Massa pendukung yang tidak terima putusan hakim PT TUN yang sebelumnya mengabulkan gugatan Appi Cicu terkait pembagian hp dan tagline dua kali tambah baik dkarena diinilai Hakim PT TUN berpihak kepada paslon nomor urut satu.
Hal ini membuat ratusan massa menghadirkan tiga keranda mayat sebagai simbol matinya keadilan di Kota Makassar.
Masa pendukung DIAmi kemudian membakar ketiga keranda tersebut, kemudian dihalau oleh aparat Kepolian. Tak terima api dipadamkan oleh aparat Kepolisian, massa DIAmi mencoba melakukan perlawanan sehingga mengakibatkan aksi saling dorong antara pendukung DIAmi dengan aparat Kepolisian.
