Mengapa Daur Ulang Sampah Plastik Penting untuk Lingkungan

Siswa - SMA - Citra Berkat Citra Raya - Tangerang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Marclen Vianko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seperti yang kita tahu, Indonesia termasuk kedalam lima besar negara dengan produksi sampah plastik terbanyak di dunia. Melansir sata dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia menghasilkan sampah plastik sebanyak 66 juta ton sampah plastik per tahun.
Sedangkan secara global, ada sekitar 20 juta metrik ton sampah plastik yang berakhir di lingkungan, termasuk laut (melansir data dari IUCN). Kondisi ini mencemari dan merusak ekosistem, menjadi penyebab utama kehilangan keanekaragaman hayati dan degradasi ekosistem. Banyaknya sampah plastik yang mencemari laut juga berdampak negatif pada kesehatan manusia dan ekonomi.
Salah satu cara untuk mengatasi dan menjadi solusi mengenai masalah ini yaitu melakukan daur ulang sampah plastik, ada banyak manfaat dari mendaur ulang sampah plastik.
Mengurangi polusi: Daur ulang sampah plastik mengurangi penggunaan energi dan sumber daya dalam produksi barang baru, sehingga dapat mengurangi emisi polutan.
Mengurangi sampah: Sebelum sampai ke tempat pembuangan terakhir, sampah-sampah tersebut akan dipilah terlebih dahulu.
Sampah padat seperti plastik, kertas atau logam akan dipisahkan dengan sampah organik. Sehingga sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan berkurang.
Menciptakan lapangan kerja baru: Manfaat selanjutnya berkaitan dengan perekonomian. Industri daur ulang dapat menciptakan lapangan pekerjaan mulai dari perekrutan proses pilah-pilih sampah, pengolahan sampah daur ulang hingga proses kreativitas dan produksi daur ulang menjadi barang baru bernilai pakai.
Bahkan, Kita sendiri bisa memulai bisnis rumah tangga kecil-kecilan dengan mendaur ulang sampah rumah tangga.
Untuk mengelola sampah secara efektif, kita bisa menerapkan prinsip 3R, yaitu kurangi(reduce), gunakan kembali(reuse), dan daur ulang(recycle).
