Konten dari Pengguna

Film Kuasa Gelap dan Realitas Eksorsisme

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Celine Chava Kinetama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cover film Kuasa Gelap di seluruh bioskop Indonesia. sumber foto: Celine Chava Kinetama
zoom-in-whitePerbesar
Cover film Kuasa Gelap di seluruh bioskop Indonesia. sumber foto: Celine Chava Kinetama

Dunia layar lebar Indonesia kembali mengangkat kisah eksorsisme dengan tema kerasukan dan pengusiran roh dalam tradisi agama Katolik yaitu film garapan Bobby Prasetyo, Kuasa Gelap dirilis pada 3 Oktober 2024 menghadirkan Jerome Kurnia, Lukman Sardi serta Lea Ciarachel sebagai pemeran utama. Film ini tidak hanya menawarkan adegan menegangkan namun juga membawa penonton pada persoalan mengenai keraguan akan iman yang mereka percaya serta pergulatan batin untuk mampu menghadapi sesuatu yang berada di luar kemampuan diri.

Ketika Seorang Pastor Berhadapan Dengan Keraguan

Seorang pastor yang mengalami kehilangan besar dalam hidupnya yaitu Romo Thomas sehingga membuat peristiwa yang terjadi tersebut menggoyahkan iman dan berencana untuk meninggalkan tugas utama sebagai seorang pastor.

Situasi yang dialami tersebut menjadi berubah saat Romo Thomas diminta membantu melakukan eksorsisme terhadap Kayla, seorang remaja dengan gangguan misterius. Bersama dengan Romo Rendra, Romo Thomas menghadapi berbagai kejadian yang semakin mengerikan, tidak hanya berkaitan dengan gangguan supranatural melainkan tentang bagaimana tetap mempertahankan keyakinan ketika berada dalam situasi yang penuh tekanan dan ketakutan.

Eksorsisme dari Perspektif Ajaran Katolik

Hal yang menjadi berbeda antara Kuasa Gelap dengan film horor Indonesia yaitu terletak pada pandangan akan keagamaan yang diangkat. Film ini berfokus pada latar tradisi agama Katolik tentang ritual eksorsisme.

Pendeketan yang terdapat dalam film Kuasa Gelap memiliki ruang untuk memperkenalkan unsur dan praktik serta simbol keagamaan Katolik kepada para penonton.

Namun, karena hanya sebatas karya film fiksi, unsur keagamaan di dalamnya digunakan untuk mendukung kebutuhan dramatis cerita.

Horor Tidak Hanya Tentang Jumpscare

Dalam penyajian film Kuasa Gelap berusaha untuk membangun adrenalin penonton melalui setting suasana, suara serta ekspresi pemain. Nyatanya, suatu film tidak harus mengandalkan jumpscare sebagai hal utama.

Bagian menarik dalam film ini muncul pada karakter Romo Thomas yang memiliki keraguan atas imannya sehingga penonton diajak melihat bagaimana seseorang mengalami krisis keyakinan dan harus dihadapkan dengan pengalaman traumatis dalam hidupnya.

Meski demikian, bagi banyak penonton penikmat film horor, adegan yang ada pada film ini dirasa cukup familiar terlebih terdapat beberapa bagian yang dinilai terlalu dramatis sehingga terkesan tidak terlalu natural.

Bagaimana Penerimaan Penonton?

Selain melihat dari isi film, perlu juga memperhatikan respon yang didapat oleh penonton sebagai salah satu cara apakah Kuasa Gelap dapat diterima oleh masyarakat.

Berdasarkan laman IMDb yang diakses pada September 2026, Kuasa Gelap memperoleh rating 5,6/10 dari sekitar 1.000 penilaian pengguna. Pastinya rating tersebut bukan sebagai ukuran penilaian kualitas suatu film terlebih pandangan dari setiap individu baik selera, pengalaman dan ekspektasi terhadap film horor. Oleh karena itu rating yang diberikan oleh pengguna IMDb bukan dijadikan sebagai acuan serta kesimpulan terhadap suatu film.

Kesimpulan Film Kuasa Gelap

Kuasa Gelap menawarkan hal yang cukup berbeda dalam ranah horor Indonesia yaitu dengan menyajikan perspektif Katolik dengan tema eksorsisme baik persoalan iman, keraguan hingga bagaimana mampu mempertahankan iman.

Dengan tema yang cukup spesifik, penonton diajak untuk merasakan bagaimana teror supranatural yang dibalut dengan religi masuk dalam jajaran layar lebar Indonesia, meskipun horor yang disajikan cukup terasa familiar dan sudah terbiasa dengan genre tersebut.

Pada akhirnya, Kuasa Gelap tidak hanya mengajak penonton bertanya akan apa yang terjadi kepada kayla, melainkan mengenai bagaimana seseorang mempertahankan keyakinan ketika berada dalam kondisi yang menakutkan.