Konten dari Pengguna

Gelar Seni Menuju HUT Ke-60 Kevikepan Surakarta Rayon Harjoboi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Celine Chava Kinetama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gelar Seni Rayon Harjoboi Kevikepan Surakarta. Sumber: Celine Chava Kinetama
zoom-in-whitePerbesar
Gelar Seni Rayon Harjoboi Kevikepan Surakarta. Sumber: Celine Chava Kinetama

Dalam rangka Gelar Seni Menuju HUT Ke-60 Kevikepan Surakarta Rayon Harjoboi, hal ini dijadikan suatu kesempatan berkumpul bersama, menampilkan berbagai talenta sekaligus merawat kebersamaan melalui seni dan budaya sehingga tidak menjadi suatu keharusan dilakukan secara seremonial melainkan tentang kebersamaan.

Semangat kebersamaan tersebut terlihat pada Gelar Seni yang digelar pada Taman Budaya Sukoharjo pada 20 September 2026 dengan berbagai penampilan seni dari sejumlah paroki Rayon Harjoboi.

Mengusung tema "Nyawiji, Mawutuh lan Andum Berkah," kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum reflektif dalam menjaga kebersamaan di antara umat, tidak hanya sebagai ajang serta ruang menikmati dan menampilkan pertunjukan seni.

Nyawiji, Mawutuh lan Andum Berkah

Tema yang diangkat dalam perayaan tahun ini memiliki makna yang mendalam dan erat dengan kehidupan umat di masa sekarang. Nyawiji dimaknai sebagai satu atau bersatu, Mawutuh menggambarkan keadaan utuh dan tidak terpecah belah dan Andum berkah menggambarkan berbagi berkat kepada sesama.

Ketiga makna tersebut diwujudkan melalui kegiatan pertunjukan gelar seni sebagai kesempatan untuk menampilkan kemampuan dan kreativitas umat melalui kesenian.

Diawali Senam Bersama dan UMKM Rayon Harjoboi

Sebelum memasuki rangkaian pertunjukan seni, umat mengawali kegiatan dengan senam bersama yang turut dihadiri dan diikuti oleh ratusan umat wilayah Rayon Harjoboi.

Suasana kebersamaan turut terlihat pada tenan UMKM yang membawa produk dan kearifan lokal dari setiap masing-masing paroki. Kehadiran tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi pertunjukan seni namun juga ruang bagi umat untuk berinteraksi, mengenal produk UMKM paroki lain serta membangun relasi.

Dari Tari Tradisional hingga Karawitan

Berbagai penampilan seni menjadi bagian utama dari rangkaian acara. Umat dari berbagai paroki menampilkan beragam kesenian daerah mulai dari tari tradisional, solo vokal, band modern, karawitan hingga tembang tradisional Jawa.

Keberagaman pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa seni dapat menjadi salah satu cara dalam mempertemukan berbagai generasi dan latar belakang umat.

Sumber: Celine Chava Kinetama

Di satu sisi penampilan band modern turut menunjukkan kreativitas generasi masa kini hingga budaya karawitan serta tembang tradisional Jawa menjadi pengingat akan kebudayaan lokal di tengah kehidupan setiap umat. Gelar seni sendiri pada akhirnya tidak hanya menjadi pertunjukan namun juga menghibur penonton serta berbagi berkat dengan talenta yang sudah kita miliki.

Pesan Romo Herman: Bersatu dan Saling Melengkapi

Dalam rangkaian acar tersebut juga turut hadir Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr., selaku Vikaris Episkopal Surakarta. Beliau mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir serta memberikan pesan dalam Gelar Seni menuju HUT Ke-60 Kevikepan Surakarta Rayon Harjoboi.

Menurut Romo Herman, tema "Nyawiji Mawutuh lan Andum Berkah" mengajak umat untuk bersatu dan membangun persaudaraan

Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro. Sumber: Celine Chava Kinetama

Romo herman juga melihat gelar seni sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur atas kemampuan dan talenta yang dimiliki umat.

Pesan tersebut menjadi salah satu makna penting dari kegiatan Gelar Seni di mana talenta yang dimiliki umat mampu menjadi suatu manfaat dan dikembangkan untuk orang lain tidak hanya dinikmati sendiri.

Gelar Seni Menuju HUT Ke-60 Kevikepan Surakarta Rayon Harjoboi

Gelar Seni menuju HUT 60 tahun ini pada akhirnya bukan hanya tentang siapa dan menampilkan apa, namun lebih dari itu, acara ini menjadi ruang bagi umat untuk bisa merayakan perjalanan bersama, mengembangkan talenta, mempertahankan budaya hingga menjalin relasi bersama.

Bagi saya, kemeriahan acara tersebut meninggalkan pesan bermakna bahwa talenta yang kita miliki, kekayaan budaya merupakan hal yang patut disyukuri. Perasaan syukur tersebut akan lebih bermakna ketika diwujudkan dan dibagikan kepada orang lain.

Nyawiji untuk bersatu, Mawutuh untuk menjadi utuh dan Andum Berkah untuk berbagi apa yang dimiliki kepada sesama.