Rollercoaster Saham & Wahana: Menyeimbangkan Adrenalin di Dufan dengan Logika

Siswi SMA TRINITAS Bandung
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Celine Nathania tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta, Selasa 09 November 2025 – Pembelajaran tidak selamanya terkurung di antara empat dinding kelas atau deretan baris buku teks yang membosankan. Melalui kegiatan Study Industri kelas X tahun 2025 SMA Trinitas, kami mendapatkan kesempatan berharga untuk menyaksikan langsung bagaimana teori ekonomi, matematika, fisika, hingga geografi bernapas dalam kehidupan nyata. Perjalanan edukatif kali ini membawa kami ke dua kutub yang berbeda di Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai jantung finansial bangsa, dan Dunia Fantasi (Dufan) yang menjadi laboratorium fisika raksasa kami hari itu.
Tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan untuk membuka pengetahuan kami mengenai mekanisme pasar modal dan memahami prinsip sains di balik wahana permainan. Dengan menggabungkan edukasi dan rekreasi, kami diajak untuk lebih kritis dan menyadari bahwa apa yang kami pelajari di sekolah memiliki kegunaan yang sangat nyata.
Bursa Efek Indonesia: Tempat Logika Matematika Menghasilkan Nilai
Kunjungan pertama kami dimulai di SCBD, tepatnya di Gedung Bursa Efek Indonesia. Begitu melangkah masuk ke lobi, atmosfer profesional langsung terasa. Layar besar yang menampilkan running trade dengan angka-angka yang bergerak cepat menyambut kami. Di sini, kami sadar bahwa BEI adalah tempat di mana masa depan ekonomi Indonesia dirajut. Dalam sesi diskusi, kami belajar bahwa pasar modal adalah wadah bagi perusahaan atau emiten untuk mendapatkan pendanaan guna mengembangkan bisnisnya. Di sisi lain, ada investor (seperti kami masyarakat umum) yang menanamkan modalnya dengan membeli saham perusahaan tersebut. Transaksi ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui perantara yang disebut pialang atau broker. Secara ekonomi, kami melihat bagaimana hukum permintaan dan penawaran bekerja secara nyata; harga saham dipengaruhi oleh kinerja emiten dan kepercayaan pasar.
Di sinilah Matematika mengambil peran utama. Kami mempelajari bahwa keuntungan dari saham bisa didapat melalui dua cara: Dividen, yaitu pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham, dan Capital Gain, yaitu keuntungan yang didapat dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi daripada harga beli. Matematika di BEI adalah alat untuk mengukur risiko dan peluang, membantu seorang investor mengambil keputusan yang rasional dan tidak emosional. Pengalaman ini benar-benar membuka mata kami bahwa kemandirian finansial bisa dipersiapkan sejak dini.
Dunia Fantasi: Saat Teori Fisika Menantang Adrenalin
Setelah berkutat dengan angka dan strategi di BEI, kami berpindah ke Jakarta Utara menuju Dunia Fantasi (Dufan). Jika pagi harinya otak kami diajak berpikir tentang logika ekonomi, siang harinya giliran fisik dan keberanian kami yang diuji melalui ilmu alam. Kegiatan kami di Dunia Fantasi (Dufan) diawali dengan makan siang bersama di McDonald’s. Kami menikmati ayam McDonald’s sebagai bekal energ sebelum menjelajahi berbagai wahana permainan. Suasana makan siang terasa tenang karena teman-teman fokus dengan makan siang nya, sekaligus menambah semangat untuk melanjutkan kegiatan di Dufan. Setelah makan, kami mencoba wahana Kora-Kora. Pada wahana ini, kami merasakan gerak ayunan perahu yang semakin tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan pelajaran fisika, yaitu gaya gravitasi, dan energi potensial serta energi kinetik. Semakin tinggi ayunan, semakin besar energi potensial yang dimiliki, dan saat bergerak turun energi tersebut berubah menjadi energi kinetik.Setelah itu, kami menikmati suasana yang lebih santai di Komidi Putar, sambil berputar perlahan dan menikmati musik yang ceria.
Selanjutnya, saat menaiki Bianglala, kami dapat mengamati pemandangan Dufan dari ketinggian. Dari sudut pandang geografi, hal ini berkaitan dengan pengamatan ruang dan lokasi, serta bagaimana posisi suatu tempat dapat memengaruhi cara kita melihat lingkungan sekitarnya. Dari sisi fisika, Bianglala juga melibatkan gerak melingkar dengan kecepatan yang konstan.
Tak hanya fisika, sisi Geografi juga kami amati di sini. Letak Dufan yang berada di pesisir utara Jakarta memberi kami pelajaran tentang geografi pariwisata dan tata ruang. Kami melihat bagaimana pemanfaatan lahan pesisir dan manajemen kawasan wisata dilakukan di daerah yang rentan terhadap intrusi air laut. Kami juga mengamati bagaimana faktor iklim tropis dan udara laut yang korosif menjadi pertimbangan penting dalam pemeliharaan material logam pada setiap wahana agar tetap aman bagi pengunjung.
Refleksi
Selama mengikuti kegiatan ini, kami benar-benar tersadar kalau ternyata pelajaran di sekolah itu nggak berdiri sendiri-sendiri, tapi saling berhubungan dalam dunia industri yang sebenarnya. Di BEI misalnya, kami melihat sisi Ekonomi lewat interaksi antara emiten dan investor yang ternyata sangat bergantung pada logika Matematika. Tanpa perhitungan yang teliti soal capital gain, dividen, atau analisis risiko yang masuk akal, stabilitas finansial sebuah perusahaan nggak akan terjaga.
Lalu saat di Dufan, kami melihat penerapan Fisika secara langsung; bagaimana hukum Newton dan gerak jatuh bebas pada wahana Hysteria bisa berjalan dengan hitungan mekanis yang sangat pas. Keamanan wahana yang memacu adrenalin itu pun ternyata nggak lepas dari pertimbangan Geografi, terutama soal penataan ruang di pinggir pantai, kondisi iklim tropis Jakarta, sampai cara mengatasi korosi akibat udara laut yang bisa merusak material wahana. Refleksi dari perjalanan ini menyadarkan kami bahwa menguasai sains, jago menghitung, dan paham kondisi wilayah adalah kunci utama kalau kita ingin memajukan ekonomi dan teknologi di masa depan.
Penutup
Perjalanan satu hari ini memberikan gambaran besar bagi kami bahwa ilmu pengetahuan itu saling terikat. Ekonomi memerlukan matematika, dan teknologi wahana yang canggih memerlukan ketelitian fisika serta analisis geografis yang tepat.
Study Industri kelas X tahun 2025 SMA Trinitas telah sukses menjadi jembatan yang menghubungkan teori akademik dengan realitas di lapangan. Kesan: dari Study Industri ini kami belajar bahwa setiap fenomena di sekitar kita, baik itu pergerakan saham maupun laju wahana permainan, memiliki dasar keilmuan yang sangat menarik untuk didalami.
Perasaan positif kami saat mengikuti Study Industri ini: kami merasa sangat antusias dan bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk belajar secara relevan di luar sekolah. Kami berharap ilmu dan pengalaman ini tidak hanya menguap begitu saja, tapi menjadi modal bagi kami untuk menjadi pribadi yang lebih terbuka secara finansial dan peka terhadap perkembangan teknologi di masa depan.
