Konten dari Pengguna

Tradisi Sadranan Desa Bakalrejo: Merawat Warisan Leluhur Di Tengah Modernitas

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari cerita kkn bakalrejo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sadranan Dusun Karangsari
zoom-in-whitePerbesar
Sadranan Dusun Karangsari

Jumat, 18 juli 2025 - Desa Bakalrejo mengadakan tradisi sadranan yang dilaksanakan di Makam Gede dan Makam Kentheng, tradisi ini biasanya dilakukan setiap 3 kali dalam setahun, dan dilaksanakan pada bulan suro, muharrom, dan ruwah.

Pada tradisi sadranan terdapat beberapa serangkaian acara seperti sambutan dari perangkat desa setempat, yasin dan tahlil, doa, dan diakhiri dengan makan bersama.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bakalrejo muhtarom mengatakan "kegiatan ini merupakan syiar dan harus dilestarikan untuk generasi selanjutnya." ujarnya.

Di Makam Kentheng terdapat sejarah yang memiliki keunikan karena di makam tersebut melekat dengan kisah Mbah Wono yang merupakan makam tertua di Dusun Karangsari, Desa Bakalrejo. Tidak hanya itu, makam kentheng juga memiliki sumur tua yang berusia sepuluh tahun dan terdapat lubang batu yang dulunya selalu mengeluarkan bunyi khas.

"makam kentheng itu dulunya selalu berisik, terus ditutupi ben ora muni berisik" ujar Kuri warga dusun Karangsari.